√ Pengertian Frasa

Diposting pada

pengertian-frasa

Pengertian Frasa

Pendidikanku.Org – Frasa merupakan salah satu materi yang sangat berhubungan erat dengat dengan pelajaran bahasa indonesia. Tidak cukup dijadikan sebuah materi saja, tetapi frasa ini juga sering dijadikan sebagai soal ujian disuatu jenjang sekolah tertentu. Oleh sebab itulah didalam artikel kali ini kita akan membahas materi mengenai/tentang apa itu frasa (pengertian serta contoh dari frasa). Untuk itu penjelasan mengenai frasa selengkapnya akan diuraikan dibawah ini :

Frasa merupakan sebuah gabungan atau kesatuan kata yang terbentuk dari dua bagian kata atau juga lebih yang mempunyai satu makna gramatikal (makna yang berubah-ubah dengan menyesuaikan sebuah konteks). Simple frasa ini adalah gabungan atau pengelompokan dari dua kata atau lebih namun tidak bisa membentuk kalimat sempurna oleh sebab tidak mempunyai predikat.

Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

Dibawah ini merupakan pengertian frasa yang dikemukakan oleh beberapa para ahli, agar kita dapat lebih dalam lagi mengerti mengenai frasa ini, diantaranya :

Frasa Menurut Redford (1999)

Frasa adalah rangkaian 2 kata atau lebih yang bukan merupakan suatu klausa, karena di dalamnya tidak berisi subjek serta atau predikat.

Frasa Menurut Trask (1999)

Frasa merupakan unit gramatikal yang lebih kecil apabila dibandingkan klausa, yang terdiri dari 2 kata bahkan lebih, namun tidak terkadung unsur-unsur yang terdapat pada klausa.

Frasa Menurut Ramlan

Frasa adalah satuan gramatikal yang terdiri dari 2 kata bahkan juga lebih yang tidak melampui dari suatu batas fungsi yang terdapat di dalam unsur klausa.

Konstruksi Frasa

Konstruksi-Frasa

Frasa ini mempunyai 2 konstruksi, yakni konstruksi endosentrik serta juga eksosentrik.

1. Frasa Eksosentrik

Perhatikan kalimat berikut: Kedua pengusaha itu telah mengadakan jual beli.

Kalimat tersebut terdiri dari frasa ‘kedua pengusaha itu’, ‘telah mengadakan ’ ‘jual beli’. Menurut distribusi nya frasa ‘kedua pengusaha itu’ dan ‘telah mengadakan’ merupakan frasa endosentrik. Sedangkan untuk frasa ‘jual beli’ meruakan frasa eksosentrik.

Frasa kedua pengusaha itu bisa diwakili kata pengusaha. Frasa telah atau sudah mengadakan juga bisa diwakili kata mengadakan.

Namun frasa jual beli itu tidak bisa diwakili oleh kata jual atau juga beli, Disebabkan karna kedua kata tersebut adalah inti, sehingga kemudian memiliki kedudukan yang sama.

Frasa yang distribusinya itu tidak sama dengan salah satu atau seluruh unsurnya itu disebut dengan frasa eksosentrik.

2. Frasa Endosentrik

Adapun Fras Endosentrik ini melingkupi 3 jenis diantaranya :

  1. Frasa Endosentrik yang Koordinatif ini dihubungkan dengan kata “dan” serta “atau”. Contoh ialah seperti: Lemari dan Meja sedang dicat.
  2. Frasa Endosentrik yang Atributif ini tersusun dari adanya unsur-unsur yang tidak setara. Contoh ialah seperti: Pekarangan luas yang nanti didirikan bangunan itu milik Pak Mamam.
  3. Frasa Endosentrik yang Apositif dengan secara semantik, unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif ini memiliki makna sama dengan unsur yang lain. Unsur yang dipentingkan ini ialah unsur pusat, sedangkan unsur keterangan itu ialah aposisi. Contoh ialah seperti: Ningsi, putri Pak Mamam, berhasil menjadi pelajar terbaik.

Kategori Frasa

Kategori-Frasa

1. Frasa Setara dan Frasa Bertingkat

Dikatakan frasa setara apabila unsur penyusunnya itu memiliki kedudukan yang sama atau juga setara.

Contoh: Saya dan kakak berlari dan mengejar di taman depan.

Frasa “saya dan kakak” ini adalah frasa sama, disebabkan karna antara unsur “saya” dan unsur “kakak” itu memiliki kedudukan yang setara atau juga tidak saling menjelaskan. Demikian juga frasa “berlari” dan “mengejar” termasuk juga frasa setara.

Frasa setara tersebut ditandai oleh adanya unsur kata ‘dan‘ juga ‘atau‘ di antara dua unsur nya. Selain dari frasa setara, terdapat pula frasa bertingkat. Frasa bertingkat ini adalah frasa yang terdiri atas inti serta atribut.

Contoh: Ayah akan pergi nanti sore.

Frasa “nanti sore” ini terdiri atas unsur atribut serta inti.

2. Frasa Idiomatik

Perhatikan 2 kalimat dibawah ini:

  1. Dalam kejadian kebakaran kemarin, seorang satpam menjadi kambing hitam.
  2. Untuk menyelamati saudaranya, keluarga Ranto menyembelih seekor kambing hitam.

Kalimat (1) dan (2) menggunakan frasa yang sama, yakni frasa ‘kambing hitam‘.

Pada kalimat (1) kambing hitam tersebut memiliki makna orang yang dipersalahkan dari suatu peristiwa atau kejadian, sedangkan di dalam kalimat (2) bermakna seekor kambing yang memiliki warna dengan bulu hitam.Makna kambing hitam di kalimat (1) tidak ada hubungannya dengan makna kata kambing serta hitam.

Nah frasa yang maknanya tidak dapat atau bisa dijelaskan dengan berdasarkan makna kata yang membentuknya itu dikenal dengan istilah frasa Idiomatik.

Ciri-ciri Frasa

Dibawah ini meurpakan ciri-ciri frasa ialah sebagai berikut:

  1. Dalam frasa harus terdiri setidaknya minmal dua kata atau lebih.
  2. Menduduki atau memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
  3. Dalam frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
  4. Frasa bersifat nonpredikatif.

Contoh Frasa

Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri diatas kita dapat menyimpulkan bahwa frasa merupakan suatu gabungan dari dua kata atau lebih yang tidak dapat atau bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat. Maka kita dapat membuat contoh frasa ialah sebagai berikut:

  1. Nasi goreng
  2. Sedang Tidur
  3. Sedang makan
  4. Banting tulang
  5. Tidur siang
  6. Dengan tangan kanan

Jenis atau Klasifikasi Frasa

Macam jenis frasa akan diuraikan dibawah ini :

Berdasarkan Jenisnya

frasa ini terbagi menjadi ialah sebagai berikut.

Frasa verbal

yaitu frasa yang mempunyai inti kata kerja dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan ialah sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam suatu kalimat.
Contoh:

  1. Sedang tidur
  2. Akan muncul
  3. Baru datang
  4. Tidak makan

Frasa Nominal

yaitu frasa yang mempunyai inti kata benda dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan ialah sebagai pengganti dari kata benda.
Contoh:

  1. Rumah kayu
  2. Sepatu kaca
  3. Lemari besi
  4. Buku gambar

Frasa ajektiva

Adalah suatu frasa yang mempunyai inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya.
Contoh:

  1. Sangat baik
  2. Cukup hebat
  3. Sangat cepat
  4. Mahal sekali
  5. Lumayan dekat

Frasa preposisional

Adalah frasa yang menggunakan sebuah kata depan didalam unsur pembentukannya.
Contoh:

  1. Dari sana
  2. Ke Pasar
  3. Dengan kaki
  4. Di Solo
  5. Kepada guru
  6. Oleh saya

Berdasarkan Fungsi unsur pembentukannya

Dengan berdasarkan fungsinya frasa ini terbagi ialah sebagai berikut :

Frasa Endosentris

yakni suatu frasa yang salah satu unsur atau keduanya adalah merupakan unsur inti atau pusat.
Contoh:

  1. Kuda hitam
  2. Anak sapi
  3. Sudah selesai
  4. Dua orang

Frasa endosentris sendiri memiliki 4 macam sebagai berikut
Frasa atribut, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan diterangkan dan menerangkan atau menerangkan dan diterangkan.
Contoh:

  1. Ayah kandung (diterangakan dan menerangkan)
  2. Seekor nyamuk ( menerangkan dan diterangkan)

Frasa apositif

ialah suatu frasa yang salah satu dalam unsur pembentukannya itu dapat/bisa digunakan sebagai pengganti dari unsur inti.

Frasa koordinatif

ialah suatu frasa yang unsur-unsur pembentukannya itu memiliki peran ialah sebagai unsur inti.
Contoh:

  1. Kakek nenek
  2. Warta berita
  3. Tua muda

Frasa Eksosentris

yakni suatu frasa yang pada salah satu unsurnya itu merupakan kata tugas.
Contoh:

  1. Kepada ayah
  2. Dari Solo
  3. Di rumah
  4. Pada hari

Berdasarkan kesatuan

Berdasarkan kesatuan makna yang terkandung dalam unsur-unsur pembentukannya frasa dapat dibagi menjadi :

  1. Frasa biasa
    frasa yang memiliki makna sebenarnya.
    Contoh : Ibu membeli sayur bayam
  2. Frasa idiomatik
    frasa yang mempunyai atau memiliki makna baru atau makna yang bukan sebenarnya (denotasi).
    Contoh : Orang tua saya pergi ke luar kota
  3. Frasa ambigu
    Frasa ambigu ialah suatu frasa yang memiliki makna dua atau ganda dalam pemakaian kalimat.
    Contoh : tangan panjang

Dalam contoh tangan panjang diatas  bisa diartikan bahwa tangan yang panjang itu adalah orang yang suka mencuri.

Pembagian Frasa Dengan Berdasarkan Kedudukannya

Frasa dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kedudukannya, yakni frasa setara serta frasa dan juga frasa bertingkat. penjelasannya dibawah ini

Frasa Setara

Frasa setara ialah suatu frasa yang memiliki hubungan antar unsur setara. Contoh :

  1. Keluar masuk.
  2. Depan belakang.
  3. Hitam putih.
  4. Muda mudi.
  5. Tua muda.
  6. Suami istri
  7. Maju mundur
  8. Pergi kembali
  9. Pulang pergi.
  10. Asal usul

Frasa Setara Bertingkat

Frasa setara bertingkat merupakan frasa yang kedudukan antar unsurnya tidak setara atau bertingkat. Contoh :

  1. Uang tunai.
  2. Cara baru.
  3. Pedang tajam.
  4. Bangku emas.
  5. Mengayuh sepeda.
  6. Sedang pergi.
  7. Dari kantor.
  8. Bahasa Indonesia.
  9. Tanah air.
  10. Musim panen.
Itulah penjelasan mengenai Pengertian Frasa, Ciri, Jenis, Kategori, Konstruksi dan Contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih.
Baca Juga  √ Pengertian Strategi Pembelajaran
Baca Juga  √ Imigrasi emigrasi Remigrasi Urbanisasi Transmigrasi Sirkuler
Baca Juga  √ Pengertian Bakteri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *