√ Pengertian Komunikasi Interpersonal

Diposting pada

pengertian-komunikasi-interpersonal

Pengertian Interpersonal

Dapat dibedakan dari jenis Interaksi dalam komunikasi, itu erdapat 3 komunikasi diantaranya  :
  1. komunikasi interpersonal,
  2. komunikasi kelompok kecil dan 
  3. komunikasi publik.

Komunikasi interpersonal merupakan suatu komunikasi yang terjadi antara 2 orang bahkan lebih, yang biasanya itu tidak diatur secara formal. Di dalam komunikasi interpersonal, tiap-tiap partisipan itu menggunakan seluruh elemen dari proses komunikasi.Contohnya, masing-masing pihak tersebut akan membicarakan latar belakang serta juga pengalaman masing-masing di dalam percakapan tersebut.

Komunikasi ini sangat penting bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Komunikasi manusia ini bisa atau dapat mengekspresikan gagasan, perasaan, harapan serta juga kesan kepada sesama serta juga memahami gagasan, perasaan serta kesan orang lain. Komunikasi ini tidak hanya mendorong perkembangan kemanusiaan yang utuh, tetapi juga menciptakan hubungan sosial yang sangat sekali diperlukan di dalam kelompok sosial apapun. Komunikasi ini memungkinkan terjadinya suatu kerja sama sosial, membuat kesepakatan dan keputusan penting serta juga lain-lain. Individu yang terlibat di dalam komunikasi ini mempunyai latar belakang sosial, budaya serta juga pengalaman psikologis yang beragam. Perbedaan ini bisa atau dapat mempengaruhi efektivitas sebuah komunikasi. Sangat penting bagi tiap-tiap individu untuk dapat memahami simbol-simbol yang digunakan di dalam komunikasi, baik simbol verbal atau pun juga nonverbal. Komunikasi interpersonal ini merupakan komunikasi yang melibatkan antara 2 orang atau bahkan lebih. Tiap-tiap pihak itu bisa atau dapat menjadi pemberi serta juga pengirim pesan itu sekaligus di waktu yang bersamaan.

Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli

Definisi Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli :

  • Muhammad , Komunikasi interpersonal iyalah proses dimana pertukaran informasi antara seseorang dengan seorang lainnya.
  • Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal merupakan penyampaian pesan oleh satu orang serta penerimaan pesan oleh satu orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya serta dengan peluang untuk memberikan umpan balik (Effendy,2003, p. 30).
  • Mulyana , Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap orang yang berinteraksi akan menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal. Komunikasi interpersonal ini merupakan komunikasi yang hanya dua orang, seperti contoh suami istri.
  • Effendi, pada hakekatnya iyalah  komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antar komunikator dengan komunikan.

Klasifikasi Komunikasi Interpersonal

KLASIFIKASI-KOMUNIKASI-INTERPERSONAL

Dikutip menurut Muhammad (2004, p. 159-160) dalam mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi maupun pemeriksaan serta wawancara.
  1. Interaksi intim termasuk komunikasi antara sahabat, anggota famili, serta orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
  2. Percakapan sosial iyalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi ini tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam interaksinya.
  3. Interogasi atau pemeriksaan iyalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan juga menuntut suatu informasi dari yang lain. 
  4. Wawancara juga iyalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab.

Tujuan Komunikasi Interpersonal

Tujuan-Komunikasi-Interpersonal

( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) dipaparkan 6 tujuan, antara lain iyalah  :

Menemukan Diri Sendiri.

Salah satu tujuan komunikasi interpersonal ialah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain maka kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain. 

Menemukan Dunia Luar.

Hanya komunikasi interpersonal dapat menjadikan kita memahami lebih banyak tentang diri kita serta orang lain yang berkomunikasi dengan kita. 

Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti.

Salah satu keinginan orang yang paling besar merupakan bentuk serta memelihara hubungan dengan orang lain. 

Berubah Sikap sertaTingkah Laku

Banyak waktu kita dapat pergunakan untuk mengubah sikap serta tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal

Untuk Bermain serta Kesenangan

Bermain mencakup semua aktivitas interaksi yang mempunyai tujuan utama iyalah dalam mencari kesenangan contoh bercerita masa lalu dengan sahabat. 

Untuk Membantu

Ahli-ahli kejiwaan atau ahli psikologi klinis serta terapi menggunakkan komunikasi interpersonal dalam membantu kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. 

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas-Komunikasi-Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum ( Devito, 1997, p.259-264 )  yang dipertimbangkan yaitu
  1. Keterbukaan (openness),
  2. Empati (empathy),
  3. Sikap mendukung (supportiveness),
  4. Sikap positif (positiveness), 
  5. Kesetaraan (equality).

1. Keterbukaan (Openness)

Kualitas keterbukaan ini mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal.
  1. komunikator interpersonal yang efektif haruslah dapat terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. hal tersebut  tidaklah berarti bahwa orang tersebut harus membukakan semua riwayat hidupnya.
  2. Aspek keterbukaan ini akan  mengacu kepada kesediaan komunikator untuk dapat bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang akan datang.
  3. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan serta pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam arti mengakui bahwa ada perasaan serta pikiran yang anda lontarkan yang memang milik anda serta anda bertanggung jawab atasnya.

2. Empati (empathy)

Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati dengan ”kemampuan seseorang untuk dapat ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada saat tertentu.”berempati artinya merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya.

3. Sikap mendukung (supportiveness)

Hubungan interpersonal yang efektif ini iyalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). 
  • deskriptif, bukan evaluatif,
  • spontan, bukan strategic,
  • provisional, bukan sangat yakin.

4. Sikap positif (positiveness)

Kita dapat mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan 2 cara yaitu:
  1. menyatakan sikap positif secara secara positif akan  dapat mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal.
  2. perasaan positif untuk situasi komunikasi  ini pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. 

5. Kesetaraan (Equality)

Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal ini akan lebih efektif apabila jika suasananya setara. yang dimaksud iyalah , harus adanya pengakuan secara diam-diam pada kedua pihak yang sama-sama bernilai serta berharga, serta bahwa masing-masing pihak juga mempunyai sesuatu yang penting untuk dapat disumbangkan.

Elemen di dalam Komunikasi Interpersonal

Elemen-Komunikasi-Interpersonal

Di dalam Pengantar Ilmu Komunikasi telah atau sudah dijelaskan bahwa pada umumnya komunikasi ini mempunyai beberapa elemen penting diantaranya sumber, penerima, pesan, saluran, encoding, decoding, gangguan, umpan balik, serta juga konteks. Begitu pula halnya dengan komunikasi interpersonal. Menurut Joseph A. DeVito (2013 : 8-16), di dalam komunikasi interpersonal itu terdapat beberapa unsur atau elemen penting, diantaranya  :

Sumber – Penerima (Source – Receiver)

Komunikasi interpersonal ini tentu melibatkan paling tidak 2 orang yang mana tiap-tiap pihak itu bisa atau dapat berperan yakni sebagai sumber (source) yang merupakan pihak yang membentuk serta juga mengirimkan pesan juga ada yang berperan yakni sebagai penerima (receiver)yang merupakan pihak menerima pesan.

Pesan (Message)

Pesan ini adalah sinyal yang dipandang yakni sebagai stimuli atau juga rangsangan bagi penerima pesan serta diterima oleh salah satu indera manusia atau juga kombinasi dari beberapa indera manusia. Maksudnya, di dalam komunikasi tatap muka, kita mengirim serta juga menerima pesan dengan melalui lima panca indera yang kita punya. Kita menegosiasikan makna yang kita dapat peroleh dari komunikasi interpersonal dengan melalui pengiriman serta penerimaan pesan verbal dan juga pesan nonverbal.

Encoding-Decoding

Yang dimaksud dengan encoding ini ialah suatu tindakan memproduksi pesan seperti menulis serta juga berbicara. Sementara itu, yang dimaksud dengan decoding sendiri adalah suatu tindakan memahami pesan yakni seperti mendengar atau juga membaca.

Media (Channel)

Yang dimaksud dengan channel merupakan suatu media yang digunakan di dalam menyampaikan pesan yang menghubungkan sumber serta juga penerima. Di dalam komunikasi tatap muka, kita mengirim serta juga menerima pesan dengan melalui lima panca indera yang kita punyai.

Gangguan (Noise)

Secara teknis, gangguan atau noise ini adalah segala sesuatu yang menggangu sebuah pesan. Atau juga merupakan hal-hal yang mencegah penerima itu menerima sebuah pesan. Gangguan atau noise di dalam suatu komunikasi ini bisa atau dapat juga disebut sebagai hambatan komunikasi. Adapun beberapa jenis gangguan, diantaranya seperti gangguan psikologis, gangguan semantik, gangguan intelektual, gangguan fisiologis, dan gangguan lingkungan.

Umpan balik (Feedback)

Umpan balik disebut juga feedback merupakan informasi yang kita terima yakni sebagai bentuk respon terhadap pesan yang telah atau sudah kita sampaikan. Umpan balik ini bisa atau dapat berupa umpan balik verbal atau juga umpan balik nonverbal, umpan balik yang positif atau pun juga umpan balik yang negatif, serta lain sebagainya.

Konteks (Context)

Komunikasi ini selalu berlangsung di dalam sebuah konteks atau juga lingkungan yang mempengaruhi bentuk serta juga isi pesan yang akan disampaikan. Selain dari itu, konteks lingkungan serta juga konteks situasi atau budaya yang mana komunikasi ini terjadi juga bisa atau dapat mempengaruhi keluaran atau juga efek yang dihasilkan. Konteks lingkungan ini bisa atau dapat berupa lokasi fisik yang mana interaksi terjadi. Sementara itu, yang termasuk di dalam konteks situasi atau juga konteks budaya ini adalah suatu ruang hidup atau juga latar belakang budaya dari tiap-tiap  partisipan komunikasi.

Etika (Ethics)

Komunikasi ini tentu selalu mempunyai konsekuensi oleh sebab itu di dalam berkomunikasi tersebut selalu melibatkan adanya etika komunikasi. Begitu juga di dalam konteks komunikasi interpersonal. Tiap-tiap tindakan komunikasi tersebut mempunyai dimensi moral, apa yang benar serta juga apa yang salah.

Dengan memahami elemen-elemen penting di dalam komunikasi interpersonal, maka diharapkan kita akan bisa atau dapat memperbaiki kompetensi serta juga keterampilan kita di dalam komunikasi interpersonal.

Sifat Komunikasi Interpersonal

Sifat-Komunikasi-Interpersonal

Dikemukakan oleh Joseph A. DeVito (2013), komunikasi interpersonal ini mempunyai beberapa sifat, diantaranya :

Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang melibatkan 2 individu bahkan lebih yang sama-sama saling bergantung.

Pada umumnya komunikasi interpersonal ini merupakan sebuah komunikasi antara dua orang atau umumnya juga disebut dengan sebutan komunikasi diadik. Misalnya ialah komunikasi antara seorang anak serta ayah dan juga lain sebagainya. Kendati demikian , komunikasi interpersonal ini pun juga merujuk pada komunikasi di dalam kelompok kecil contohnya seperti keluarga. Walau di dalam keluarga, komunikasi tersebut berlangsung di dalam bentuk komunikasi diadik seperti misalnya ibu kepada anak.

Komunikasi interpersonal ini dengan secara inheren sifatnya relasional.

Disebabkan karna sifatnya yang saling bergantung, komunikasi interpersonal tersebut tidak bisa atau dapat dihindari serta sifatnya sangat penting. Komunikasi interpersonal ini memiliki peran di dalam sebuah hubungan yang berdampak pada suatu hubungan serta mengartikan hubungan tersebut sendiri. Komunikasi yang berlangsung di dalam sebuah hubungan ialah suatu bagian dari fungsi hubungan itu sendiri. Oleh sebab itu, cara kita dalam berkomunikasi itu sebagian besar ditentukan oleh jenis dari hubungan yang ada antara kita serta orang lain. Perlu untuk dipahami pula bahwa cara kita dalam berkomunikasi, cara kita berinteraksi,  tersebut akan mempengaruhi jenis hubungan seperti apa yang dibangun.

Komunikasi interpersonal berada pada sebuah rangkaian kesatuan.

Komunikasi interpersonal berada di dalam sebuah rangkaian kesatuan yang panjang yang membentang dari impersonal ke personal yang juga lebih tinggi. Pada titik impersonal, kita berkomunikasi dengansecara sederhana antara orang-orang yang sejatinya tidak saling mengenal, misalnya seperti pembeli serta penjual. Sedangkan di sisi personal yang lebih tinggi, komunikasi tersebut berlangsung antara individu-individu yang secara akrab telah atau sudah terhubung satu sama lain, misalnya  seperti ayah dan anak.

Komunikasi interpersonal melibatkan pesan verbal maupun pesan nonverbal.

Komunikasi interpersonal ini juga melibatkan pertukaran pesan baik pesan verbal atau juga pesan nonverbal. Kata-kata yang di gunakan di dalam komunikasi tatap muka dengan orang lain itu biasanya disertai dengan adanya petunjuk nonverbal seperti misalnya ekspresi wajah, kontak mata, serta juga gerak tubuh atau bahasa tubuh. Kita menerima pesan interpersonal tersebut dengan melalui panca indera yang kita punyai seperti misalnya mendengar, melihat, mencium, serta menyenuh. Meskipun bersikap diam pun juga sebernarnya mengirimkan suatu pesan interpersonal. Pesan-pesan yang disampaikan itu sebagian besar bergantung oelh faktor-faktor lain yang terlibat di dalam interaksi.

Komunikasi interpersonal berlangsung dalam berbagai bentuk.

Komunikasi interpersonal pada umumnya itu berlangsung secara tatap muka, misalnya pada saat kita berbicara dengan ibu atau pun juga pada ayah kita. Di era kemajuan teknologi komunikasi seperti hari ini, komunikasi interpersonal tersebut berlangsung dengan melalui jaringan komputer. Kehadiran internet yakni sebagai media komunikasi serta juga media komunikasi modern lainnya itu menjadikan komunikasi interpersonal bisa atau dapat dilakukan dengan melalui surat eletronik atau juga media sosial. Beberapa bentuk komunikasi interpersonal masa kini memiliki sifat real time, maksudnya pesan yang dikirim serta diterimaitu pada satu waktu sebagaimana di dalam komunikasi yang tatap muka. Pesan yang dikirimkan serta diterima dengan melalui segala macam media sosial di dalam konteks komunikasi interpersonal tersebut jelas mempunyai pengaruh media sosial serta juga efek media sosial bagi hubungan interpersonal yang dibangun.

Komunikasi interpersonal melibatkan berbagai pilihan.

Pesan-pesan interpersonal yang kita komunikasikan kepada orang lain merupakan suatu hasil dari berbagai pilihan yang telah atau sudah kita buat. Di dalam kehidupan interpersonal kita serta interaksi kita dengan orang lain, kita tentu disajikan dengan segala macam pilihan. Maksudnya ialah seperti momen pada saat kita harus membuat suatu pilihan kepada siapa kita itu akan berkomunikasi, kemudian apa yang akan kita katakan nanti, dan juga apa yang kiranya tidak boleh kita katakan, serta juga apakah pilihan frasa yang ingin kita katakan, serta lain sebagainya. Pilihan-pilihan komunikasi interpersonal tersebut beserta alasannya, di dalam beberapa situasi, segala macam pilihan yang dipilih itu bisa atau dapat bekerja dengan baik dibanding yang lainnya.

Prinsip-Prinsip dalam Komunikasi Interpersonal

Dikemukakan oleh Joseph A. DeVito (2013), prinsip-prinsip komunikasi interspersonal ini diantaranya sebagai berikut :

Komunikasi interpersonal ini merupakan suatu proses transaksional. Komunikasi interpersonal ini adalah sebuah proses, atau pun juga peristiwa atau kejadian yang berkelanjutan, yang mana tiap-tiap elemen saling bergantung antara satu sama lain. Komunikasi interpersonal dengan secara konstan terus terjadi serta juga mengalami perubahan. Supaya bisa atau dapat memahami gambaran komunikasi interpersonal yakni sebagai proses transaksional maka model komunikasi transaksional tersebut dapat menjadi jawabannya.
Komunikasi interpersonal ini memiliki tujuan. Komunikasi interpersonal mempunyai 5 (lima) tujuan, diantaranya untuk :

  1. belajar – komunikasi interpersonal ini tentu membuat kita bisa atau dapat belajar memahami orang lain serta juga dunia secara lebih baik.
  2. membina hubungan – komunikasi interpersonal ini membantu kita di dalam berhubungan dengan orang lain.
  3. mempengaruhi – dengan melalui komunikasi interpersonal tersebut tentu kita dapat mempengaruhi sikap serta juga perilaku orang lain.
  4. bermain – komunikasi interpersonal ini juga memiliki fungsi sebagai kegiatan atau aktivitas bermain.
  5. membantu – dengan melalui komunikasi interpersonal seorang terapis tentu akan menggunakan teknik penyebuhan jiwa yang dikenal dengan sebbutan metode komunikasi terapeutik di dalam keperawatan.

Komunikasi interpersonal ialah ambigu. Semua pesan-pesan tersebut berpotensi ambigu, tiap-tiap orang akan tersebut  memberikan makna yang berbeda terhadap sebuah pesan yang sama. Terdapat ambiguitas di dalam semua hubungan.
Hubungan interpersonal ini bisa atau dapat berbentuk simetris atau juga komplementer. Interaksi interpersonal ini bisa atau dapat merangsang pola perilaku yang sama atau juga berbeda.
Komunikasi interpersonal mengarah pada isi serta hubungan diantara para partisipan. Di dalam sistem komunikasi interpersonal, hubungan interpersonal tersebut memegang peranan yang sangat penting disebabkan karna hubungan interpersonal yang baik adalah suatu penanda bagi komunikasi yang efektif.
Komunikasi interpersonal ini dapat atau bisa diberi tanda atau juga ditandai disebabkan karna tiap-tiap orang memisahkan bagian-bagian komunikasi itu ke dalam stimuli atau juga rangsangan serta juga respon terhadap perspektif dasar yang dipunyai oleh masing-masing partisipan.
Komunikasi interpersonal ini tidak bisa atau dapat dihindari, tidak juga dapat diulang, serta tidak juga bisa atau dapat diubah. Pada saat berada di dalam sebuah situasi interpersonal, kita tidak dapat atau bisa tidak berkomunikasi, serta juga kita tidak bisa atau dapat mengulang secara tepat sebuah pesan dengan secara spesifik.

Sementara itu, dikemukakan oleh Paul Watzlawick, Janet Beavin, serta Don Jackson, terdapat 5 (lima) prinsip-prinsip komunikasi atau juga aksioma komunikasi yang dapat atau bisa membantu kita memahami interaksi komunikasi interpersonal itu secara lebih utuh, diantaranya :

  1. Kita tidak bisa atau dapat tidak berkomunikasi.
  2. Tiap interaksi mempunyai dimensi isi serta dimensi hubungan.
  3. Tiap interaksi dimaknai dengan bagaimana interaksi itu diberi tanda.
  4. Pesan berupa simbol-simbol verbal serta juga  petunjuk nonverbal.
  5. Pertukaran pesan sifatnya ialah simetris atau komplementer.

Faktor yang Mempengaruhi Hubungan Interpersonal

Dikemukakan Rakhmat (2001 : 129) bahwa beberapa faktor yang dapat mempengaruhi suatu hubungan interpersonal, diantaranya sebagai berikut :

Percaya : adalah salah satu faktor yang paling penting. Percaya ini dimaksudkan sebagai suatu keyakinan yang kuat tentang suatu keandalan, kebenaran, kemampuan, atau juga kekuatan seseorang atau juga sesuatu. Di dalam hubungan interpersonal : percaya ini dimaksudkan ialah sebagai bentuk keyakinan terhadap adanya perilaku seseorang guna meraih tujuan yang telah ditetapkan yang mana terdapat ketidakpastian di dalam pencapaiannya dan juga di dalam situasi yang di dalamnya terkandung resiko.
Sikap sportif : merupakan suatu sikap dalam mengurangi resiko defensif di dalam komunikasi.
Sikap terbuka : sikap terbuka mempunyai pengaruh yang besar terhadap suatu keefektifan komunikasi interpersonal. Disebabkan karna dengan kita bersikap terbuka itu bisa atau dapat membuat kita :

  1. Menilai pesan lebih obyektif disebabkan karna didukung oleh data serta logika.
  2. Dapat dengan mudah melihat suatu perbedaan nuansa serta lain-lain.
  3. Mencari informasi yang berasal dari segala macam sumber yang beragam.
  4. Tidak terlalu kaku di dalam mempertahankan kepercayaan yang dipunyai.
  5. Mencari makna pesan yang tidak relevan dengan apa yang diyakininya.

Manfaat Mempelajari Komunikasi Interpersonal

Mempelajari komunikasi interpersonal ini bisa atau dapat memberikan manfaat, diantaranya sebagai berikut :

  1. Dapat mendatangkan manfaat intelektual termasuk itu didalamnya pemahaman yang mendalam mengenai diri serta orang lain dan juga  hubungan interpersonal.
  2. Dapat memberikan manfaat praktis termasuk itu didalamnya mengenai pribadi, sosial atau juga hubungan, serta profesional.
  3. Komunikasi interpersonal ini sangat penting bagi kita secara fisik. Mereka yang mempunyai hubungan interpersonal yang baik lebih sehat dengan secara mental serta fisik.
  4. Komunikasi interpersonal ini membantu kita di dalammemenuhi kebutuhan sosial kita. Dengan memahami proses komunikasi interpersonal tersebut tentu akan memberikan pandangan terhadap bagaimana suatu hubungan tersebut bisa atau dapat menjadi lebih sukes serta memuaskan.
  5. Melalui penelitian komunikasi interpersonal ini bisa atau dapat membuat kita berpikir bahwa kita berkomunikasi di dalam suatu hubungan serta menyadari bahwa dengan secara aktual berkomunikasi di dalam suatu hubungan ini ialah sangat berbeda.
Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Komunikasi Interpersonal, Tujuan, Klasifikasi, Menurut Para Ahli, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih
Baca Juga  √ Pengertian Manajemen Kepegawaian
Baca Juga  √ Pengertian CRM (Customer Relationship Management)
Baca Juga  √ Pengertian Jaringan Kolenkim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *