√ Pengertian Cerpen

Diposting pada
pengertian-cerpen

Pengertian Cerpen

Pendidikanku.Org – Sebelumnya sudah kita sudah membahas mengenai “Pengertian Cerita Rakyat dan Jenis-Jenisnya” sekarang Pendidikanku.Net akan membahas mengenai “Pengertian dari Cerpen” .

Cerpen atau juga cerita pendek, didalam cerpen mempunyai unsur-unsur serta juga ciri-ciri cerpen yang memudahkan kita untuk dapat mengetahui bahwa ini adalah cerpen serta juga memudahkan kita didalam membedakan bahwa ini benar-benar cerpen dan juga  ini hanya cerita biasa,  yang kadang-kadang sulit untuk dapat membedakannya, oleh sebab itu pertama-tama mari kita membahas Mengenai pengertian cerpen.

Pengertian cerpen adalah suatu cerita yang wujudnya fisiknya itu berbentuk pendek. Untuk dapat mengetahui lebih jelas mari kita lihat penjelasan dari cerpen.

Cerpen (cerita pendek) ini merupakan jenis karya sastra dengan berbentuk prosa serta memiliki sifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan atau mengilustrasikan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh dengan secara ringkas disertai juga dengan segala macam konflik serta terdapat penyelesaian atau sebuah solusi dari masalah yang dihadapi.

Cerita pendek ini memberikan kesal tunggal atau juga fokus pada satu tokoh, memiliki kurang dari 10.000 kata serta didalamnya itu terdapat klimaks (puncak masalah) serta penyelesaian. Cerpen cenderung singkat, padat, serta langsung to the point.

 
Pengertian Cerpen dan Ciri-Ciri Cerpen
Cerpen

Ukuran dalam panjang-pendeknya suatu cerita itu memang relatif, namun juga pada umumnya, cerita pendek ialah cerita yang jika dibaca sekitar sepuluh menit atau juga setengah jam. Jumlah dalam katanya sekitar 500-5.000 kata. Oleh sebab itu, cerita pendek sering diungkapkan ialah sebagai cerita yang dapat dibaca dalam sekali jalan ., Cerita pendek pada dasarnya itu bertema sederhana. Jumlah tokohnya juga bisa terbatas. 

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Menurut KBBI

Cerpen ini berasal dari 2 kata yaiu cerita yang mengandung arti tuturan tentang bagaimana sesuatu hal itu terjadi serta relatif pendek ini artinya kisah yang diceritakan itu pendek atau juga tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan dan juga memusatkan hanya pada 1 tokoh saja di dalam cerita pendek tersebut.

Menurut Susanto dalam Tarigan (1984:176)

Cerita pendek ini merupakan cerita yang panjangnya itu sekitar 5000 kata atau juga kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat serta lengkap pada dirinya sendiri.

Menurut Lubis dalam Tarigan (1985:177)

  • Cerita Pendek itu harus mengandung suatu interprestasi pengarang mengenai konsepsinya dalam kehidupan, baik itu secara langsung atau juga tidak langsung.
  • Di dalam sebuah cerita pendek sebuah kejadian atau insiden yang terutama itu menguasai jalan cerita.
  • Cerita pendek itu juga harus memilikiseorang yang menjadi pelaku atau juga tokoh utama.
  • Cerita pendek itu harus 1 efek atau kesan yang menarik.

Ciri Cerpen

Ciri-ciri Cerpen, Dengan membaca penjelasan cerpen  diatas, dapat disimpulkan bahwa  dengan telah menguraikan didapatkan ciri-ciri cerpen antara lain sebagai berikut:
  1. Alurnya itu lebih sederhana.
  2. Tokohnya juga hanya sedikit.
  3. Latar hanta dilukiskan sesaat serta juga dalam lingkup yang relatif terbatas
  4. terdiri dari 3 halaman sampai dengan 10 halaman
  5. Habis dibaca dalam sekali jalan
  6. Hanya terdapat satu plot atau juga alur
  7. Watak serta juga tokoh diterangkan atau diceritakan dengan secara singkat
  8. Banyaknya tokoh terbatas atau juga kurang.

Menurut Morris dalam Tarigan (1985:177)

Ciri-ciri cerita pendek ialah sebagai berikut.

  • Ciri-ciri utama cerita pendek diantaranya singkat, padu, serta intensif (brevity, unity, and intensity).
  • Unsur-unsur cerita pendek ini ialah adegan, toko, serta gerak (scena, character, and action).
  • Bahasa cerita pendek itu juga harus tajam, sugestif, serta menarik perhatian (incicive, suggestive, and alert).

Struktur Cerpen

struktur-cerpen

Hampir sama dengan teks anekdot. Terdapat 6 elemen yang membangun teks cerpen sehingga kemudian menjadi utuh, 6 struktur cerita pendek diantaranya sebagai berikut

  1. Abstrak ini merupakan sebuah gambaran awal dari cerita yang akan diceritakan, sifatnya adalah opsional..
  2. Orientasi ini merupakan berhubungan dengan waktu, suasana/keadaan, tempat dan latar di dalam cerita pendek tersebut.
  3. Komplikasi ini merupakan urutan kejadian yang dihubungkan dengan secara sebab serta akibat. Karakter serta watak tokoh itu biasanya terlihat di struktur ini.
  4. Evaluasi ini merupakan konflik yang terjadi serta juga menuju pada klimaks dan juga mulai mendapatkan penyelesaian dari konflik tersebut.
  5. Resolusi ini merupakan pengarang kemudianmengungkapkan solusi terhadap suatu masalah yang dialami tokoh di dalam cerpen.
  6. Koda ini merupakan nilai atau juga pelajaran yang bisa dipetik dari teks cerita pendek oleh pembaca.

Unsur Cerpen

Unsur-Cerpen

Didalam cerpen ini juga terdapat unsur-unsur dalam pembentukannya, adapun unsur cerpen ini ialah Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik, penjelasannya sebagai berikut :

Unsur Intrinsik

Unsur ekstrinsik ini merupakan unsur yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur intrinsik ini diantaranya yaitu:

  1. Tema ini merupakan gagasan utama yang menjadi dasar dari cerita jalannya cerpen tsb.
  2. Alur/Plot ini merupakan tahapan urutan dari jalannya cerpen. Mulai dari perkenalan sampai adanya konflik kemudian klimaks sampai pada penyelesaian.
  3. Setting ini merupakan meliputi latar/tempat, waktu, keadaan atau suasana yang terlihat cerpen.
  4. Tokoh ini merupakan pelaku yang terdapat di dalam cerita pendek. Tiap-tiap tokoh itu mempunyai wataknya sendiri.
  5. Penokohan ini merupakan sifat dari tokoh yang tercermin dari adanya sikap, ucapan, perilaku,pikiran ,serta juga pandangannya terhadap sesuatuhal did alam cerita. Terdapat 2 mode penokohan, diantaranya :
    1. Metode Analitik ini menggambarkan suatu sifat tokoh yang terdapat dalam cerita itu dengan secara langsung. Contohnya seperti penakut, pemalu, pembohong.
    2. Metode Dramatik ini menggambarkan sifat tokoh yang digambarkan dengan secara tidak langsung yakni dengan menggambarkan fisik, percakapan, serta juga reaksi tokoh lain.
  6. Sudut Pandang ini merupakan cara pandang yang digambarkan atau diilustrasikan oleh pengarang di dalam suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi dalamnya. Sudut pandangnya tersebut sebagai berikut :
    1. Sudut pandang orang pertama ini terdapat pelaku utama serta sampingan.
      1. Pelaku utama: “aku” ini akan menjadi pusat perhatian.
      2. Pelaku sampingan: “aku” ini muncul hanya muncul di dalam pengantar serta juga penutup cerita.
    2. Sudut pandang orang ketiga ini ialah serbatahu serta pengamat.
      1. Serbatahu ini merupakan sudut pandang “dia”, pengarang atau juga narator itu mengetahui segala hal yang berkaitan dengan tokoh “dia”.
      2. Pengamat ini merupakan pengarang hanya menggambarkan atau mengilustrasikan apa yang dialami, dilihat, dirasakan, serta dipikir oleh seorang tokoh.
  7. Amanat ini merupakan pesan moral yang disisipkan oleh si pengarang di dalam cerpen agar para pembaca itu bisa atau dapat menyerap pesan di dalamnya.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik ini merupakan unsur yang membentuk cerpen itu dari luar. Unsur ekstrinsik tersebut yaitu:

  1. Latar Belakang Masyarakat ini merupakan hal yang dapat mempengaruhi terbentuknya jalan cerita dalam cerpen, misalnya ialah seperti : ideologi, sosial, kondisi politik, serta ekonomi masyarakat.
  2. Latar Belakang Pengarang ini merupakan Latar belakang pengarang memuat mengenai pemahaman, faktor-faktor, atau juga motivasi pengarang di dalam membuat sebuah cerita pendek. Meliputi:
    1. Biografi ini merupakan Riwayat hidup pengarang. bisa atau dapat mempengaruhi pembuatan cerpen itu dengan melalui pengalaman pribadi.
    2. Kondisi Psikologis ini meliputi mood serta juga motivasi, kondisi tersebut sangat mempengaruhi dengan apa yang akan ditulis di dalam cerita.
    3. Aliran Sastra hal ini berpengaruh terhadapat gaya penulisan bahasa yang dipakai pengarang.

Fungsi Sastra dalam Cerpen

Dibawah ini merupakan fungsi sastra dalam Cerpen yang tergolong dalam 5 jenis, diantaranya ialah :

  1. Fungsi rekreatif ini memberikan rasa gembira, senang, serta juga menghibur bagi para pembaca nya.
  2. Fungsi didaktif ini mengarahkan serta juga mendidik para pembaca nya disebabkan oleh karna nilai-nilai kebenaran serta juga kebaikan yang terdapat didalamnya.
  3. Fungsi estetis ini akan memberikan keindahan bagi para pembaca nya.
  4. Fungsi moralitas ini mengandung nilai moral yang kemudian para pembaca nya dapat atau bisa mengetahui moral yang baik serta yang tidak baik bagi diri nya.
  5. Fungsi relegiusitas ini mengandung ajaran agama yang bisa atau dapat dijadikan sebagai pedoman atau teladan bagi pembacanya.
Sekian dan Terimakasih Sudah Membaca Mengenai Pengertian Cerpen, Ciri, Fungsi, Unsur dan Struktur , Semoga dapat bermanfaat untuk anda , Salam Hangat Dari Pendidikanku.org
Baca Juga  √ Pengertian Kecerdasan Buatan (AI)
Baca Juga  √ Pengertian Workshop
Baca Juga  √ Pengertian Kebijakan Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *