√ Pengertian Filsafat

Diposting pada

pengertian-filsafat

Pengertian Filsafat

Filsafat ini merupakan sebuah kajian masalah umum serta juga mendasar mengenai persoalan seperti eksistensi, pengetahuan, akal serta pikiran, nilai &juga bahasa.

Pengertian filsafat dengan secara umum ini merupakan sebagai suatu kebijaksanaan hidup (filosofi) untuk kemudian memberikan suatu pandangan hidup yang menyeluruh itu dengan berdasarkan refleksi atas pengalaman hidup atau pun juga pengalaman ilmiah.

Filsafat ini juga bisa diartikan ialah sebagai ilmu yang berusaha mencari sebab-sebab yang sedalam mungkin bagi segala sesuatu dengan berdasarkan pikiran atau rasio.

Arti Filsafat ini merupakan pandangan hidup dari seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar tentang kehidupan yang inginkan atau juga di cita-citakan.

Filsafat ini adalah suatu ilmu pengetahuan disebabkan karena dalam filsafat ini sendiri memiliki logika, metode serta juga sistem. Namun filsafat ini adalah studi mengenai seluruh fenomena kehidupan serta pemikiran manusia dengan secara kritis serta juga dijabarkan di dalam konsep mendasar.


Pengertian Filsafat Secara Etimologi

Pengertian Filsafat ini dengan Secara etimologis filsafat ini mempunyai pengartian yang sepadan dengan kata falsafah di dalam bahasa arab atau kata philosophy itu di dalam bahasa Inggris. Dari kata-kata tasi seluruhnya itu berasal dari kata latin philosophia, sebuah kata benda yang merupakan hasil kegiatan atau aktivitas plhiloshopiem ialah sebagai kata kerjanya.

Philosophia ini berasal dari bahasa Yunani, yakani philein (mencintai) atau pun juga philia (tertarik kepada, persahabatan … ) serta juga sophos (ketrampilan, pengalaman praktis, kebijaksanaa serta juga intelgensi). Dengan demikian, kata filsafat dengan secara etimologi diartikan yaknisebagai cinta atau pun juga kecenderungan akan kebijaksanaan.

Atau pun juga pengertian filsafat itu dengan secara etimologi ialah sebagai cinta secara mendalam itu akan kebijaksanaan atau pun juga cinta sedalam-dalamnya itu akan kearifan atau juga cinta dengan secara sungguh-sungguh terhadap suatu pandangan, kebenaran.


Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian filsafat diantaranya sebagai berikut :

1. Menurut Aristoteles

Pengertian filsafat ini memiliki kewajiban di dalam menyelidiki sebab serta asas segala benda. Dengan hal ini, filsafat tersebut memiliki sifat ilmu umum sekali. Tugas tentang penyelidikan mengenai sebab telah atau sudah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.


2. Menurut Al-Kindi

Filsafat ini merupakan pengetahuan benar tentang suatu hakikat dari segala yang ada sejauh mungkin bagi manusia. Beliau juga memberikan pengertian filsafat itu dikalangan umat Islam yakni membagi filsafat itu dalam 3 hal lapangan ilmu, diantaranya:

  1. Fisika/al-ilmu al-tabiyyat, ilmu ini adalah tingkatan terendah.
  2. Matematika/al-ilmu al-riyadil, ilmu ini adalah tingkatan tengah.
  3. Ketuhanan/al-ilmu ar-rububiyyat, ilmu ini adalah tingkatan tertinggi.

3. Menurut Johan Gotlich Fickte

filsafat ini merupakan suatu ilmu dari ilmu-ilmu, yakni ilmu umum yang menjadi dasar dari segala bidang ilmu. Filsafat membicarakan segala macam dari bidang serta semua jenis ilmu untuk kemudian mencari kebenaran dari kenyataan.


4. Menurut Imanuel Kant

Filsafat ini merupakan ilmu pengertahuan yang menjadi pokok serta juga pangkal dari segala pengetahuan didalamnya itu juga tercakup 4 persoalan diantaranya metafisika, etika agama serta juga antropologi. diantaranya :

  1. Apakah yang dapat atau bisa diketahui? Dan hal ini “dijawab oleh metafisika”.
  2. Apakah yang boleh atau dapat dikerjakan? Dan hal ini “dijawab oleh etika”.
  3. Sampai dimana pengharapannya itu? Dan hal ini “dijawab oleh anthroposlogi”.
  4. Apakah yang dimaksud dengan manusia? Dan hal ini “dijawab oleh anthroposlogi”.

5. Menurut Paul Nartop

Filsafat ini merupakan sebagai ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan menusia itu dengan menunjukkan dasar akhir yang sama serta juga yang memikul sekaliannya.


6. Menurut Bertrand Russel

Sebagai teologi , filsafat ini berisikan ialah sebagai pemikir-pemikiran tentang masalah-masalah yang pengetahuan definitive tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak dapat atau bisa dipastikan. Namun seperti sains, filsafat ini lebih dapat atau bisa menarik perhatian akal manusia itu daripada otoritas tradisi atau juga otoritas wahyu.


7. Menurut Harold H. Titus

Pengertian filsafat ini dibagi menjadi 4, diantaranya :

  1. Arti Filsafat ini merupakan sekumpulan sikap serta juga kepercayaan terhadap kehidupan serta alam yang biasanya diterima dengan secara tidak kritis. Filsafat ini merupakan suatu proses kritik ataupun jgua pemikiran terhadap suatu kepercayaan serta sikap yang dijunjung tinggi.
  2. Pengertian Filsafat ini merupakan usaha di dalam memperoleh suatu pandangan keseluruhan.
  3. Filsafat adalah sebuah analisis logis dari bahasa serta penjelasan mengenai arti kata serta pengertian ( konsep ).
  4. Filsafat ini merupakan sebuah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia serta yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

8. Menurut John Dewey

Filsafat tersebut juga haruslah dipandang yakni sebagai suatu pengungkapan tentang/mengenai sebuah perjuangan manusia itu dengan secara terus terusan di dalam upaya melakukan suatu penyesuaian segala macam tradisi yang membentuk budi manusia terhadap kecenderungan ilmiah serta juga cita-cita politik yang baru serta tidak sejalan dengan wewenang yang diakui.


9. Menurut Notonegoro

Pengertian filsafat ini merupakan menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah serta disebut dengan hakekat.


10. Menurut Dr. M. J. Langeveld

Filsafat ini merupakakan sebagai ilmu kesatuan yang terdiri dari 3 lingkungan masalah : “masalah keadaan ( manusia, alam, metafisika, seta juga seterusnya) masalah lingkungan, ”. Lingkungan masalah pengetahuan melingkupi teori kebenaran, teori pengetahuan serta logika. Sedangkan untuk lingkungan masalah nilai melingkupi teori nilai estetika, etika,bernilai dengan berdasarkan religi.


11. Menurut John Brubacher

Filsafat ini merupakan berasal dari bahasa Yunani filos serta sofia. Yang memiliki arti cinta kebijaksanaan ataupun juga belajar. Lebih dari itu dapat atau bisa diartikan juga cinta belajar pada umumnya di dalam proses pertumbuhan ilmu sains ini hanya terdapat dalam apa yang kita kenal dengan sebutan filsafat.


12. Menurut Darmodihardjo

Pengertian filsafat ini ialah sebagai pemikiran di dalam usahanya mencari kebijakan serta kebenaran yang sedalam-dalamnya sampai ke akar-akarnya (radikal), teratur (sistematis) serta juga menyeluruh (universal).


Ciri Filsafat

Menurut Nur A. Fadhil Lubis, filsafat tersebut mempunyai tiga ciri utama, diantaranya :

Universal (menyeluruh), ini merupakan pemikiran yang luas serta tidak aspek tertentu saja.
Radikal (mendasar), ini merupakan pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental serta essensial.
Sistematis, ini merupakan mengikuti pola serta metode berpikir yang runtut serta logis meskipun spekulatif.

Beberapa ahli lain juga menambahkan ciri-ciri lain, diantaranya :

  1. Deskriptif, ini merupakan suatu uraian yang terperinci mengenai sesuatu, menjelaskan mengapa sesuatu berbuat begitu.
  2. Kritis, ini adalah mempertanyakan segala sesuatu (termasuk itu hasil filsafat), serta tidak menerima begitu saja apa yang terlihat sepintas, yang dikatakan serta juga yang dilakukan masyarakat.
  3. Analisis, ini merupakan mengulas serta mengkaji dengan secara rinci serta menyeluruh sesuatu, termasuk konsep-konsep dasar yang dengannya itu kita memikirkan dunia serta kehidupan manusia.
  4. Evaluatif, ini dikatakan juga normatif, maksudnya upaya sungguhsungguh untuk menilai serta menyikapi segala persoalan yang dihadapi manusia. Penilaian itu bisa atau dapat memiliki sifat pemastian kebenaran, kelayakan serta kebaikan.
  5. Spekulatif, ini merupakan upaya akal budi manusia yang memiliki sifat perekaan, penjelajahan serta pengandaian dan  jugatidak membatasi hanya pada rekaman indera serta pengamatan lahiriah.

Contoh Pertanyaan Filsafat

Contoh-Pertanyaan-Filsafat

Memahami melalui contoh pertanyaannya ini juga akan mempermudah pemahaman kita pada apa yang dimaksud dengan bidang ini. Dibawah ini merupakan beberapa contoh pertanyaan filosofis.

  • Apakah teori atom ada gunanya di dalam menjelaskan proses fotosintesis?
  • Apakah kebudayaan itu selalu memberikan dampak positif?
  • Apakah tanggungjawab moral sejalan itu dengan determinisme yang diperpegangi sebagian besar penelitian ilmu alam?
  • Apakah wanita cantik itu mest selalu berkulit putih?
  • Apakah seni itu harus selalu indah?

Dan kemudian bagaimana cara untuk menjawab pertanyaan seperti diatas ? Tentunya dengan metode filsafat yang dengan sistematis serta tepat.


Metode Filsafat

Metode-Filsafat

Seperti halnya di dalam pengetahuan ilmiah, metode serta obyek formal bidang filsafat ini tidak dapat atau bisa dipisahkan. Tiap cabang metode tersebut bisa atau dapat menentukan obyek formalnya, mempunyai metode serta logikanya sendiri, sesuai dengan obyek formal itu serta uraian teorinya. Intinya terdapat banyak metode yang dapat atau bisa dipakai untuk berfilsafat dengan berdasarkan pegangan teorinya masing-masing.

Misalnya berfilsafat itu bisa atau dapat dilakukan dengan cara dialektis, yakni dengan mengambil konsep atau juga pengertian yang lazim diterima serta jelas. Setelah itu membuat bantahan dari pengertian yang lazim itu. Setelah dari itu kedua pendapat yang saling bertentangan tersebut diambil simpulan atau pun jalan tengahnya untuk setelah itu menjadi hakikat yang lebih baik dari sebelumnya.

Beberapa metode filsafat diantaranya sebagai berikut :

  • Metode kritis
  • Metode Intuitif
  • Metode Skolastik
  • Metode Matematis
  • Metode Empiris-Eksperimental
  • Metode Transendental
  • Metode Dialektis
  • Metode Fenomenologis
  • Eksistensialisme
  • Analitika Bahasa

Cara Mengkaji Filsafat

Filsafat ini bukanlah dilakukan dengan cara eksperimen atau juga percobaan akan tetapi dengan cara mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi dari masalah itu, memberikan argumentasi serta juga alasan yang tepat untuk sebuah solusi.

Untuk ilmu filsafat, harus serta mutlak dipenuhi dengan adanya logika berpikir serta logika bahasa. Logika ini sendiri merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari di dalam matematika serta filsafat.

Hal itu juga kemudian membuat filsafat tersebut menjadi sebuah ilmu yang disisi tertentu itu berciri eksakta itu disamping nuansa khas dari filsafat tersebut, ialah spekulasi, keraguan, rasa penasaran serta juga ketertarikan.

Filsafat ini memiliki arti perjalanan menuju sesuatu yang dalam, sesuatu yang biasanya itu tidak tersentuh oleh ilmu lainnya dengan sikap skeptic yang mempertanyakan banyak hal.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Filsafat, Ciri, Metode, Menguji, Contoh dan Menurut Para Ahli, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Pengertian Internet
Baca Juga  √ Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, Dan Tersier
Baca Juga  √ Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education)