√ Pengertian Seni Lukis

Diposting pada

pengertian-seni-lukis

Pengertian Seni Lukis

Pengertian Seni Lukis Lengkap – Saat ini Pendidikanku akan membahas mengenai kesenian melukis, mulai dari Pengertian Seni Lukis, Unsur Seni Lukis, Komponen Seni Lukis, diartikel sebelumnya pendidikanku sudah membagikan artikel terkait seni yakni pengertian seni musik, untuk lebih jelas silahkan dibaca mengenai pengertian seni musik, sekarang kembali ke topik bahasan yakni pengertian seni lukis lengkap dibawah ini:

Seni lukis adalah salah satu daru berbagai macam cabang dari seni rupa yang diciptakan dari hasil imajinasi yang kemudian dituangkan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, bidang serta juga bentuk. Seni lukis ini disajikan dalam bidang 2 / 3 dimensi, seperti kanvas, papan, kertas, dan lainnya. Hasil karya dari seni lukis disebut dengan lukisan.

Komponen Seni Lukis

Pengertian Seni Lukis Lengkap
Pengertian Seni Lukis Lengkap
Terdapat beberapa Komponen dalam seni lukis, komponen tersebut yang terdiri dari ketiga elemen yakni subyek, bentuk, dan isi. ketiga elemen tersebut adalah hal yang sangat perlu untuk diperhatikan, disebabkan karena perpaduan yang tepat ketiga elemen tersebut yang akan menghasilkan karya seni lukis yang baik. Dibawah ini merupakan uraian 3 elemen komponen tersebut:

1. Subyek

Subyek adalah sesuatu yang menjadi bentuk lukisan. komponen subyek ini dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Lukisan bentuk figuratif, artinya subjek masih terikat dengan alam atau dengan kata lain mengambil bentuk-bentuk yang ada di alam.
  2. Lukisan dalam bentuk abstrak (non-figuratif), artinya subyek tidak terikat dengan alam.

2. Bentuk

Komponen Bentuk adalah cara seniman tentang bagaiamana mengekspresikan subjek yang dilukisnya menjadi sebuah karya dua/tiga dimensi yang nyata.

3. Isi

Komponen Isi adalah tujuan yang ingin dicapai dari seniman, yaitu tentang kesan atau ungkapan dari karya seni lukis. Pengungkapan tersebut biasanya ditemukan dalam beberapa aliran seni lukis.
Pengertian Seni Lukis Lengkap
Contoh Lukisan, Source by Google

 

Aliran Seni Lukis

Seni lukis ini berkembang sudah sejak lama dan telah banyak memunculkan beragam aliran seni lukis, dibawah ini adalah aliran-aliran dalam seni lukis :

1. Aliran surealisme

Aliran surealisme adalah aliran yang berhubung erat dengan dunia fantasi, Aliran ini akan membuat lukisan yang seakan akan berada di dalam dunia mimpi. Lukisan surealisme ini memiliki bentuk / lukisan yang tidak logis berartikan bahwa lukisannya tersebut bersifat khayalan atau imajinatif, walaupun objek sasaran sangat natural.
Ciri-ciri Surealisme:
  1. Pikiran cenderung imajinatif, penuh khayalan, dan fantasi
  2. Seniman menggunakan metode ekspresi Absolute Sureealism dan Veristic Surrealism
  3. Lukisan aneh dan asing

2. Aliran Kubisme

Aliran kubisme adalah aliran seni lukis yang prinsipnya menggambarkan bentuk dari objek dengan cara memotong, istorsi, overlap, transparansi, deformasi, serta aneka tampak. Teknik kubisme ini dilakukan pada media lukisan dengan melalui suatu pendekatan bentuk-bentuk geometris, seperti contohnya segitiga, kubus, segiempat, silinder, lingkaran, bola, kerucut, dan kotak.
Ciri-ciri Kubisme:
  1. Memiliki bentuk geometris
  2. Memiliki paduan warna yang sangat perspektif
  3. Lukisan terlihat ceria

3. Aliran Romantisme

Dari namanya saja kita sudah bisa menebak bahwa aliran seni menggambarkan peristiwa penting, ketertarikan dan istimewa . Aliran Romantisme ini biasanya menampilkan hal-hal yang sifatnya itu romance, seperti sejarah, tragedi ataupun pemandangan alam. Lukisan aliran romantisme ini cenderung statis dan juga kaku.
Ciri-ciri Romatisme:
  1. Cenderung didramatisir
  2. Penuh gerak dan dinamis
  3. Pengaturan komposisi dinamis
  4. Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional
  5. Warna bersifat kontras dan meriah

4. Aliran Ekspresionisme

Aliran ekspresionisme adalah aliran seni lukis yang membuat seniman akan mencoba melebih-lebihkan kenyataan dengan bentuk serta warna untuk memperlihatkan emosional.
Ciri-ciri Ekspresionisme:
  1. Pemilihan warna diutamakan
  2. Imajinasi seseorang
  3. Lebih mengungkapkan jenis emosi kemarahan dibandingkan emosi bahagia
  4. Mengutamakan tema berdasakan kebebasan
  5. Ungkapan isi hati seseorang

5. Aliran Impresionisme

Aliran seni lukis impresionisme ini berusaha untuk memperlihatkan lukisan dengan berdasarkan kenyataan alam, yakni kemurnian yang berasal dari temuan objek dari alam sekitarnya. Selain itu, ciri gambar cenderung tidak detail di objeknya dan kabur.
Ciri-ciri Impresionisme:
  1. Objek sangat alami
  2. Lukisan dibuat diluar ruangan
  3. Karya cenderung tidak mendetail tanpa garis penegas
  4. Tidak memakai warna hitam untuk bayangannya.

6. Aliran Pointilisme

Aliran pointilisme adalah aliran seni lukis yang menggunakan titik-titik dalam menggambarkan suatu objek. Seni lukis aliran pointilisme ini merupakan lanjutan dari seni lukis aliran impresionalisme.
Ciri-ciri Pointilisme:
  1. Titik-titik yang digunakan terdiri dari bermacam-macam variasi
  2. Objek yang dilukis lebih jelas jika dilihat dari kejauhan
  3. Objek berwarna cerah tersusun dari banyak titi-titik kecil berwarna kuning, hijau, dan biru.

7. Aliran Fauvisme

Aliran Fauvisme ini memberikan kebebasan bagi seniman untuk berekspresi terhadap objek lukisan yang dibuatnya, artinya seniman diperbolehkan mebubuhkan warna dengan bebas.
Ciri-ciri Fauvisme:
  1. Warna lukisan cenderung liar dan kontras
  2. Menggunakan Warna berbeda / tidak sama dengan objek
  3. Penggunaan dari garis disederhanakan yang menimbulkan keberadaan garis yang jelas seta kuat bisa diketahui.

8. Aliran Realisme

Aliran realisme ini berupaya untuk memperlihatkan lukisan yang sesuai dengan peristiwa yang sesuai dengan kenyataan tanpa ada penambahan apapun dan sedikitpun.
Ciri-ciri Realisme:
  1. Lukisan apa adanya
  2. Tidak melebih-lebihkan untuk hal warna serta keindahan seni
  3. Cenderung menyamakan bentuk alam dengan secara nyata dan akurat
  4. Cenderung sesuai dengan fakta dan peristiwa yang terjadi di alam.

9. Aliran Naturalisme

Aliran naturalisme ini mengupayakan seniman untuk melukiskan sebuah objek secara alamiah. Meski aliran seni lukis ini mirip dengan aliran surealisme, tetapi aliran seni lukis naturalisme ini dibuat tampilnya lebih indah dengan sedikit improvisasi disekitar objek lukis.
Ciri-ciri Naturalisme:
  1. Cenderung menampilkan unsur alam yang objektif
  2. Tidak banyak melibatkan emosional
  3. Memiliki teknik gradasi warna
  4. Memiliki susunan perbandingan, perspektif, tekstur, perwarnaan, serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin
  5. Kebanyakan bertema tentang alam.

10. Aliran Abstraksionisme

Aliran abstraksionisme adalah aliran yang menggunakan warna serta bentuk yang acak dan juga tidak terbatas. Karya seni lukis yang murni imajinasi dari seniman itu sendiri.
Ciri-ciri Abstraksionisme:
  1. Seni ini menampilkan unsur unsur seni rupa saja yang disusun tidak beraturan
  2. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.

11. Aliran Futurisme

Aliran seni lukis futurisme ini menggambarkan suatu objek yang seolah-olah bergerak. Biasanya sebuah objek yang sama digambar dengan beberapa kali pengulangan.
Ciri-ciri Futurisme:
  1. Memanfaatkan prinsip aneka tampak
  2. Karya seni ini menangkap unsur gerak dan kecepatan
  3. Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
  4. Memperhatikan kedinamisan, kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu.

12. Aliran Klasikisme

Aliran seni lukis klasikisme ini berhubungan dengan Yunani serta Romawi. Aliran klasikisme ini menampilkan gambar secara klasik dan mempunyai karakter serta ciri tersendiri.
Ciri-ciri Klasikisme:
  1. Lukisan aliran ini memiliki bentuk yang seimbang dan harmonis
  2. Penggambaran wajah objek terkesan tenang namun dilebih-lebihkan
  3. Berisi cerita di lingkungan istana
  4. Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis.

13. Aliran Dadaisme

Aliran seni lukis dadaisme ini menggambarkan karya artistik yang sedikit magis, menyeramkan, kekanakan, tetapi kadang-kadang mengesankan.
Ciri-ciri Dadaisme:
  1. Pewarnaan didominasi oleh pewarnaan primer dan kontras, yakni warna hitam-putih atau merah-putih-hijau tua.
  2. Cenderung menggambarkan hal hal yang bersifat primitif, kuno, naive.

14. Aliran Optik art

Aliran seni lukis optik art ini  adalah aliran yang memanfaatkan ilusi mata, yang mana ilusi ini dapat berubah menjadi sebuah imajinasi.
Ciri-ciri Optik art:
  1. Aliran seni ini bersifat abstrak, formal dan eksak
  2. Penggambaran objek khas berupa susunan geometris berulang. Tujuannya untuk memfungsikan kelemahan mata dengan ilusi ruang (kadang bergerak semu).

15. Aliran Primitivisme

Aliran primitivisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan suatu objek dengan berdasarkan yang diinginkan. Gambar yang dilukis dengan aliran primitivisme ini scenderung sederhana, datar, serta dua dimensi.
Ciri-ciri Primitivisme:
  1. Lukisan berhubungan dengan kehidupan manusia zaman dahulu yang cenderung primitif
  2. Objek yang dilukis berupa tumbuhan, hewan, dan manusia dalam bentuk garis sederhana.
  3. Detail objek tidak menonjol, hanya penggambaran garis minimalis berupa garis dan aksen sederhana.

16. Aliran Pittura Metafisica

Aliran ini bertentangan dengan aliran kubisme dan juga futuristik. Penggambaran dalam sebuah objek melalui aliran pittura metafisica berhubungan dengan sentuhan metafisika.
Ciri-ciri Pittura Metafisica:
  1. Objek biasanya berupa manusia yang sedang beraktivitas benda dan latar di belakangnya
  2. Objek yang dilukis biasanya berbentuk boneka yang berhubungan erat dengan metafisika.

17. Aliran Kontemporer

Seni lukis aliran kontemporer ini tidak terikat pada peraturan serta berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Ciri-ciri Kontemporer:
  1. Objek yang dilukis bersifat dinamis, ekspresif, mencolok, dan bebas
  2. Penggambaran objek berupa refleksi situasi juga waktu yang tematik.

18. Aliran Gotik

Aliran seni lukis Gotik ini menggambarkan objek dengan garis tebal serta bentuk ramping dan juga menegaskan sesuatu dengan berdasarkan warna.
Ciri-ciri Gotik:
  1. Objek yang dilukis biasanya merupakan tokoh suci, seperti raja, ratu, kesatria, dan lainnya
  2. Lukisan ini banyak ditemukan di rumah ibadah, kerajaan, kastil ataupun bangunan klasik.

Teknik Seni Lukis

teknik-seni-lukis

Terdapat teknik dalam seni lukis, adapun teknik seni lukis antara lain sebagai berikut:

1. Teknik Aquarel

Teknik aquarel merupakan teknik melukis dengan menggunakan car air (aquarel) dengan sapuan warna tipis sehingga lukisan yang dihasilkan transparan.

2. Teknik Plakat

Teknik plakat merupakan teknik melukis dengan menggunakan cat air, cat akrilik, / cat minyak dengan sapuan tebal serta komposisi yang tebal sehingga akan memberi kesan yang colorful pada karya lukis yang dihasilkan.

3. Teknik Spray
Teknik spray ini ialah teknik seni luki yang dilakukan dengan cara menyemprotkan cat ke  media lukis. Dengan menggunakan teknik spray ini, lukisan yang dihasilkan akan lebih halus serta tampilannya lebih visual,

4. Teknik Pointilis

Teknik pointilis merupakan teknik melukis dengan menggunakan titik-titik untuk dapat menghasilkan lukisan yang menawan. Melukis menggunakan teknik pointilis ini membutuhkan kesabaran. Pelukis sering menggunakan gradasi warna untuk dapat mengatur gelap terang pada suatu lukisan.

5. Teknik Tempera

Teknik tempera merupakan teknik lukis dengan cara menggunakan kuning telur dalam cat digunakan sebagai bahan perekat. teknik tempera ini umumnya digunakan pada media kayu, kanvas, maupun tembok.

6. Teknik Basah

Teknik basah merupakan teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan minyak cat (linseed oil),  pada saat selesai diencerkan kemudian barulah diterapkan dimedia kanvas.

7. Teknik Kering

Teknik kering merupakan teknik melukis dengan menggunakan cat minyak tanpa menggunakan minyak cat.

8. Teknik Campuran

Teknik ini merupakan teknik melukis dengan perpaduan antara teknik basah & teknik kering. teknik campuran ini umumnya diawali dengan penggunaan teknik kering terlebih dahulu setelah itu teknik basah dengan cara memblok warna sambil menambahkan intensitas minyak cat dengan secara perlahan sampai selesai lukisan yang dibuat.

Unsur Seni Lukis

Unsur-Seni-Rupa

Terdapat dua unsur dalam sei lukis yaitu unsur visual dan unsur non visual:

Unsur Visual

Unsur visual dalam seni lukis antara lain:

  1. Garis (line)
  2. Bidang (field)
  3. Ruang (space)
  4. Warna (color)

Unsur Non Visual

Berikut ini Unsur non visual dalam seni lukis ialah sebagai berikut:

  1. Imajinasi
  2. Pandangan hidup dan pengalaman
  3. Konsep
  4. Sikap estetik dan aritstik

Media Seni Lukis

Media yang diperlukan dalam pembuatan seni lukis terdiri dari alat dan bahan. Dibawah ini merupakan media dari seni lukis, antara lain:

1. Bahan

Pada umumnya tiap-tiap medium/bahan mempunyai dua sifat dasar, yaitu:
  1. Sifat fisik, yakni medium/bahan bisa dilihat dengan mata, permukaannya dapat diiketahui kasar atau halus, keras, lunak, mudah pecah, bersifat elastis, dan lainnya.
  2. Sifat estetis, yakni sifat keindahan yang dipunyai tiap-tiap medium itu berbeda. Nilai estetika dari lukisan yang menggunakan media cat minyak tentu berbeda dengan lukisan yang menggunakan media cat air.
Tiap-tiap bahan yang dipilih untuk karya seni lukis ini memiliki sifat dan juga karakter yang berbeda-beda. Pemilihan medium/bahaan tidak menentukan artistik dan juga tidak menentukan mahalnya suatu karya, melainkan kreatifitas serta bakat seniman yang lebih mempengaruhi kualitas karya yang dihasilkan.

2. Alat

Pemilihan alat yang baik, alat yang dipilih juga harus menyesuaikan dengan medium yang digunakan. Alat yang digunakan didalam seni lukis sama dengan peralatan menggambar pada umumnya, yakni

  1. cat air,
  2. pensil,
  3. cat poster,
  4. pensil warna,
  5. pastel, kuas,
  6. crayon,
  7. cat akrilik, dan lainnya.

Fungsi Seni Lukis

Seni lukis mempunyai tiga fungsi utama, yakni :
  • 1. Fungsi Primer
    Peran seni lukis sebagai fungsi primer adalah mengungkapkan perasaan serta ekspresi pribadi dari seniman lukis.
  • 2. Fungsi Sekunder
    Peran seni lukis sebagai fungsi sekunder mengartikan seni lukis tidak hanya sebagai ungkapan dari ekspresi diri, melainkan juga untuk kepentingan pihak luar serta sarana komunikasi.
  • 3. Fungsi Fisik
    Sebagai penghias ruangan guna menambah nilai estetika didalam ruangan

Sekian dan Terima kasih sudah membaca tentang Pengertian Seni Lukis, Unsur, Komponen, Fungsi, Aliran & Ciri, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Pendidikanku
Baca Juga  √ Pengertian Kewirausahaan
Baca Juga  √ Pengertian Filsafat
Baca Juga  √ Pengertian Senyawa Kimia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *