√ Pengertian Proton

Diposting pada

Pengertian Proton

Pengertian Proton

Proton ini merupakan jenis partikel subatomik, yang merupakan salah satu dari partikel minimum yang kemudian membentuk sebuah atom. Proton tersebut milik keluarga fermion serta juga dilengkapi dengan muatan listrik positif.

Semua materi terbuat dari atom, dan juga pada gilirannya itu terdiri atas 3 macam partikel, yang dilengkapi dengan muatan listrik yang tidak sama:

  1. Elektron (muatan negatif),
  2. Neutron (muatan netral) dan
  3. Proton (muatan positif).

Untuk waktu yang tidak sebentar itu diperkirakan bahwa proton ini adalah jenis partikel fundamental, yang artinya, ia itu tidak bisa dibagi. Tetapi, hari ini ada bukti kuat yang kemudian menyatakan bahwa proton tersebut terdiri dari quark.

Bagaimanapun, proton ini adalah suatu partikel subatomik yang stabil, padanan elektron. Berbeda dengan elektron, yang mengorbit di sekitaran inti atom, proton tersebut terkandung di dalam inti atom di sebelah neutron, yang berkontribusi di sebagaian besar massa atom.


Sejarah Penemuan Proton

Sejarah-Penemuan-Proton

Ernest Rutherford ini yang menemukan proton dengan cara bereksperimen dengan nitrogen. Proton tersebut kemudian ditemukan ditahun 1918 oleh Ernest Rutherford (1871-1937), seorang ahli kimia dan juga fisika Inggris. Di tengah eksperimen nya dengan gas nitrogen, Rutherford kemudian menuliskan bahwa instrumennya itu mendeteksi adanya inti hidrogen yakni dengan cara menembakkan partikel alfa ke gas.

Dia kemudian menyimpulkan bahwa inti itu harus menjadi partikel materi yang mendasar, tanpa mengetahuinya waktu itu bahwa, tepatnya, inti atom hidrogen itu mengandung 1 partikel: proton. Oleh karna itu, kemudian diputuskan untuk menyediakan hidrogen dengan nomor atom 1.

Namun, pengalaman ilmiah sebelumnya tersebut juga diketahui yang mengarah pada penemuan ini. salah satu contoh, fisikawan Jerman Eugene Goldstein (1850-1930) pada tahun 1886 kemudian menyimpulkan bahwa, atom itu menjadi netral secara listrik.

Selain hal diatas, J. J. Thompson pada 1856-1940 berasal dari Inggris tersenit telah menemukan elektron beserta dengan muatan negatifnya, yang artinya, perlu adanya beberapa jenis partikel lain itu dengan jenis muatan berlawanan di dalam atom tersebut. Tetapi, di dalam pencariannya yang dilakukannya di dalam partikel ini, Goldstein kemudian menemukan suatu bentuk ion positif, yakni dengan cara melakukan percobaan dengan sinar katoda.


Sifat dan Karakteristik Proton

Sifat-dan-Karakteristik-Proton

Setiap proton tersebut terdiri dari 2 quark “atas” serta juga 1 quark “bawah”.

Proton tersebut merupakan partikel komposit yang stabil, jauh lebih besar daripada elektron (1836 kali) serta juga dianugerahi muatan elementer positif 1 (1,6 x 10^-19 C). Proton tersebut terdiri atas 3 partikel dasar atau juga quark: dua “atas” dan juga satu “bawah”. Waktu paruh mereka itu kemudian lebih besar dari 1035 tahun, yang mana mereka itu rentan terhadap suatu peluruhan.

Proton tersebut memiliki, seperti partikel subatomik lainnya, putarannya sendiri, yakni momentum sudut intrinsik dan juga tidak berubah-ubah, yang di dalam hal ini ialah ½. Sifat tersebut sangat berguna didalam resonansi magnetik nuklir dan juga aplikasi teknologi modern lainnya.


Struktur Proton

Struktur-Proton

Proton serta juga neutron ini juga memiliki strukturnya. Di dalam proton serta neutron, kita menemukan partikel elementer sejati yang disebut dengan sebutan quark. Di dalam inti, proton beserta dengan neutron itu terikat bersama dengan kekuatan yang kuat, interaksi fundamental yang kemudian mengatur perilaku quark yang membentuk proton serta neutron individu.

Proton ini kemudian mempunyai komposisi kuark dari uud, sehingga bilangan kuantum muatannya itu ialah :

q (uud) = ⅔ + ⅔ + (-1/3) = +1

Massa proton tersebut ialah 938.272 MeV / c2, sedangkan untuk massa ketiga quark ini hanya sekitar 12 MeV / c2 (hanya sekitar 1% dari energi massa neutron). Seperti halnya proton, sebagian besar dari massa/energi yang berasalah neutron ini di dalam bentuk energi gaya nuklir yang kuat (gluon). Kuark neutron tersebut kemudiandisatukan oleh gluon, partikel penukar untuk gaya nuklir besar dan kuat.


Stabilitas Proton

Stabilitas-Proton

Proton bebas (artinya tidak terikat pada nukleon maupun juga  elektron) ini merupakan suatu partikel stabil yang belum teramati untuk terurai dengan secara spontan itu ke partikel lain. Proton bebas ini kemudian ditemukan dengan secara alami di dalam sejumlah situasi (contohnya ialah Mereka membentuk 90% sinar kosmik) yangmana energi atau pun juga suhu cukup tinggi di dalam memisahkannya dari elektron, yang mempunyai afinitas.

Peluruhan proton tersebut juga dikaitkan dengan hukum kekekalan nomor baryon. Nomor Baryon itu ialah generalisasi nomor nukleon, yang dikonservasi di dalam reaksi dan juga peluruhan nuklir non-relativistik. Hukum kekekalan nomor baryon menyatakan bahwa:

Jumlah bilangan baryon dari seluruh partikel yang masuk ialah sama dengan jumlah bilangan baryon dari semua partikel yang dihasilkan dari reaksi.


Inti atom

Inti-Atom

DIsebabkan karna mereka ini biasanya ditemukan di dalam inti atom, proton dan neutron dikenal yakni sebagai “nukleon.” Elektron, di sisi lain, mengorbit di sekitarnya itu dengan cara yang kurang lebih tersebar.

Inti atom tersebut dihubungkan bersama oleh gaya nuklir yang kuat, yang hanya di dalam kasus atom-atom besar (seperti halnya Uranium) yang bisa menghasilkan gaya lain, seperti elektromagnetik.

Nukleon tersebut ialah persentase tertinggi dari massa atom mana pun, dan juga karenanya menentukan perbedaan antara unsur kimia dan juga lainnya: misalnya ialah, atom hidrogen tersebut hanya memiliki satu proton di dalam intinya, sedangkan helium mempunyai 2 proton dan juga satu atau dua neutron, tergantung pada isotop spesifik.


Nomor Atom

Nomor-Atom

Nomor atom dari tiap-tiap unsur tersebut dapat atau bisa dilihat pada tabel periodik.

Nomor atom (Z) tersebut menunjukkan berapa banyak proton yang dimiliki suatu jenis atom di dalam nukleusnya. tiap-tiap unsur kimia tersebut mempunyai nomor atom yang juga berbeda, walaupun perilaku kimianya itu agak ditentukan oleh jumlah elektron yang mengorbit inti.

Jadi, contohnya, klorin (Cl) itu memiliki 17 proton di dalam nukleusnya, sehingga untuk nomor atomnya itu ialah 17. Angka tersebut tidak pernah beragam, bahkan untuk di antara isotop (versi) itu dari atom yang sama, disebabkan oleh karna mereka itu berbeda antara satu sama lain hanya di dalam jumlah neutron dalam inti mereka.


Muatan dan Massa Proton

Muatan-dan-Massa-Proton

Pada fisika, proton tersebut ialah suatu partikel subatomik yakni dengan muatan positif yakni  sebesar 1.6 × 10-19 coulomb serta juga dengan massa ialah 938 MeV (1.6726231 × 10-27 kg, ataupun juga bisa atau dapat dibilang 1836 kali massa sebuah elektron). Sebuah atom itu biasanya terbentuk dari sejumlah proton serta juga netron yang berada pada bagian inti (tengah) atom, dan juga sejumlah elektron yang kemudian mengelilingi inti tersebut. Di dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton tersebut akan sama dengan jumlah dari elektronnya. Banyaknya proton tersebut dibagian inti itu biasanya akan menentukan darimana sifat kimia sebuah atom. Inti atom tersebut sering dikenal juga dengan sebutan nukleus, nuklei, atau pun juga nukleon (atau dalam bahasa Inggris iadalah nucleon), serta juga reaksi yang terjadi atau berhubungan/berkaitan dengan inti atom tersebut disebut dengan sebutan reaksi nuklir.


Sifat fisik

Proton ini memiliki massa sedikit lebih sedikit dibandingkan dengan neutron di dalam inti, namun mereka 1,836 kali lebih besar dibandingkan elektron. Massa aktual proton tersebut ialah 1,6726 x 10 ^ -27 kg, yang adalah suatu massa yang dapat dibilang sangat kecil. Simbol “^ -” kemudian mewakili eksponen negatif. Angka tersebut adalah titik desimal diikuti oleh 26 nol, maka angka 16726. Di dalam hal muatan listrik, proton positif. Bukan sebagai partikel dasar, proton tersebut sebenarnya terbuat dari 3 partikel kecil yang disebut dengan sebutan quark.


Fungsi dalam Atom

Proton di dalam inti atom tersebut membantu dalam mengikat inti bersama. Proton tersebut juga menarik elektron bermuatan negatif, dan juga menyimpannya di orbit di sekitar nukleus. Jumlah proton di dalam inti atom tersebut yang kemudian menentukan unsur kimia mana itu. Angka ini kemudian dikenal sebagai nomor atom; dan juga sering kali dilambangkan dengan huruf kapital “Z.”


Penggunaan Eksperimental

Di dalam akselerator partikel besar, fisikawan kemudian mempercepat proton itu ke kecepatan yang sangat tinggi dan juga memaksa mereka untuk kemudian bertabrakan. Ini menyebabkan kaskade partikel lain, yang setelah itu dipelajari oleh kebanyakan fisikawan. Laboratorium fisika partikel CERN terletakan Swiss tumbukan proton untuk dapat mempelajari struktur bagian di dalam mereka, dengan memakai akselerator yang disebut dengan sebutan Large Hadron Collider (LHC). Partikel tersebut kemudian dibatasi oleh magnet kuat yang kemudian membuat mereka itu bergerak di dalam cincin 27 km ini sebelum mereka bertabrakan.

Eksperimen itu mirip dengan bertujuan untuk menciptakan kembali, di dalam skala kecil, bentuk-bentuk materi yang ada beberapa saat setelah Big Bang.


Energi untuk Bintang

Di dalam matahari dan juga seluruh bintang lainnya, proton tersebut bergabung itu dengan proton lain dengan cara melalui fusi nuklir. Fusi tersebut akan membutuhkan suhu itu sekitar 1 juta derajat Celcius. Suhu tinggi tersebut kemudian menyebabkan 2 partikel yang lebih ringan melebur kemudian menjadi partikel ketiga. Massa partikel yang diciptakan tersebut kurang dari dua partikel awal yang digabungkan.

Albert Einstein  pada tahun 1905 kemudian menemukan bahwa materi dan energi tersebut dapat atau bisa dikonversi dari 1 bentuk iyu ke bentuk lainnya. Hal ini yang kemudian menjelaskan mengenai bagaimana hilangnya massa yang hilang di dalam proses fusi muncul yakni sebagai energi yang dipancarkan bintang.


Contoh Proton

Menentukan-Jumlah-Proton-Elektron-Neutron-Perak

Proton bebas itu ada. Inti atom hidrogen atau pun juga ion H + adalah contoh dari proton. Terlepas dari isotop,setiap atom hidrogen tersebut kemudian mempunyai1 proton; tiap-tiap atom helium tersebut kemudian mengandung 2 proton; dan juga setiap atom litium itu mengandung 3 proton serta sebagainya.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Proton, Sejarah, Sifat, Stuktur, Muatan dan Contoh, kami berharap apa yang diuraikan diatas dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Pengertian Korupsi, Kolusi, Nepotisme
Baca Juga  √ Pengertian Manajemen
Baca Juga  √ Pengertian Alveolus