√ Pengertian Leukosit

Diposting pada

Pengertian Leukosit

Pengertian Leukosit

Pengertian Leukosit ini merupakan sel darah putih. Leukosit ini merupakan sel darah yang tidak mengandung pigmen warna. Leukosit ini juga berguna untuk alat pertahanan tubuh.

Leukosit ini kemudian dibentuk di retikuloendotelium sumsum merah tulang. Setiap 1 mm kubik darah itu mengandung 6000 – 9000 sel, serta juga memiliki bentuk yang bervariasi dan memiliki inti.

Umumnya Ukuran leukosit itu lebih besar dari eritrosit, yakni dengan ukuran dengan 6 – 2 milimikron, umur 12 hari. Leukosit tersebut bisa bergerak bebas secara amoeboid serta bisa menembus dinding kapiler (diapendensis).


Nilai Normal Leukosit

  • Bayi baru lahir : 9000 -30.000 /mm3
  • Bayi/anak : 9000 – 12.000/mm3
  • Dewasa : 4000-10.000/mm3

Retikuloendotelium

Retikuloendotelial  ini adalah suatu jaringan pengikat retikular yang tersebar luas menyelubungi sinusoid-sinusoid di darah pada hati,sumsum tulang serta juga menyelubungi saluran limfe pada jaringan limfatik.

Sistem retikuloendotelialini ini mengandung 3 sel:

  1. Sel-sel retikuloendotelial ini merupakan yang melapisi sinusoid darah di hati, limpa, sum-sumtulang,kelenjar limfe, termasuk sel-sel kupffer di hati dan jgua sel-sel yang serupa diparu-paru dan juga sumsum tulang.
  2. Makrofag ini merupakan sel-sel terbanyak yang menempati jaringan pengikatan disebut dengan histiosit atau resting wandering cells maupun juga clasmatocytes.
  3. Mikroglia ini merupakan yang menyokong pusat susunan saraf sel-sel retikuloendotelial untuk bisa melepaskan diri dari kerangkanya dan juga mengembara, pengembaraan ini tidak menggunakan darah.

Organ sistem retikuloendotelial pada manusia meliputi :

  1. Kelenjar limfe ini mengandung sel-sel retikuloendotelial dan juga sel-sel plasma, yang berguna untuk memfiltrasi cairan ekstra-sel serta membuat antibodi.
  2. Limpa ini mengandung sel-sel retikuloendotelial, limfosit dan juga sel-sel plasma, yang berguna untuk memfiltrasi darah serta juga membuat antibody.
  3. Hati ini mengandung sel-sel retikuloendotelial dan juga hepatosit, yang berguna untuk memfiltrasi darah.
  4. Sumsum tulang ini mengandung sel-sel retikuloendotelial, sel-sel awal darah dan juga sel-sel lemak, yang berguna untuk pembentukan sel-sel darah.

Fungsi

Fungsi sistem ini adalah :

  1. Menghancurkan sel-sel darah yang sudah tua, membuat serta melepaskan bilirubin ke sirkulasi
  2. Memakan bakteria, dan melipat gandakan diri kalau terdapat infeksi,
  1. Memakan serta juga memproses antigen dan juga merangsang sel-sel plasma untuk membuat antibodi.

Jenis Leukosit

Leukosit ada lima jenis, yaitu

1. Limfosit

Limfosit ini merupakan sel darah putih yang penting di dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Limfosit ini adalah sel darah putih terbanyak kedua sesudah neutrofil. Limfosit ini kemudian terbentuk di dalam sumsum tulang serta juga limfa. Limfosit ini juga terbagi menjadi dua limfosit kecil serta juga limfosit besar.

Limfosit ini kemudian memproduksi sekitar 1 kubik (sekitar 8000) sel di dalam darah putih. Apabila peningkatan limfosit itu terjadi bisa menyebabkan kanker darah atau pun yang sering disebut dengan leukimia. Lemfosit ini dibagi menjadi 6 diantaranya limfosit B, sel T sitotoksit, sel T memori,  sel T helper,serta juga sel T supresor.


2. Monosit

Monosit ini merupakan sel darah putih yang dapat dibilang sebagai truk sampah. Sel leukosit jenis ini jumlahnya itu ada sekitar 5 % dari keseluruhan sel darah putih. Fungsi truk sampah monosit ini ialah guna berpindah ke jaringan-jaringan di dalam tubuh selagi membersihkan sel-sel mati di dalamnya.

Monosit ini adalah salah satu dari sistem kekebalan tubuh yang tidak mempunyai butiran hal pada sel atau juga granula. perlawanan yang dilakukan terhadap infeksi serta juga benda asing monosit ini bisa atau dapat melakukannya dengan cara memakan lawannya walaupun ukurannya itu lebih besar dibandingkan monosit itu sendiri.

Sel darah putih monosit ini memiliki fungsi untuk menghancurkan sel-sel asing, membunuh sel kanker,  mengangkat jaringan yang sudah mati, pembersih dari fagositosis yang dilakukan oleh neutrophil, serta juga merangsang sel darah putih yang lain untuk tubuh. Sebagai penunjuk perubahan pada kesehatan penderita dengan banyak atau pun sedikit monosit yang terdapat pada tubuh.


3. Basofil

Basofil ini adalah salah satu jenis sel darah putih yang mempunyai peran penting yakni sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel basofil ini memiliki peran penting di dalam menghasilkan reaksi peradangan untuk melawan infeksi. Selain dari itu, basofil ini juga turut berperan di dalam munculnya reaksi alergi.

Basofil ini merupakan sel darah putih yang jumlahnya hanya ada sekitar 1 persen. Basofil ini memiliki untuk meningkatkan respons imun non-spesifik terhadap patogen. Basofil ini merupakan sel yang paling dikenal disebabkan karna perannya memunculkan asma.


4. Neutrofil

Hampir setengah dari jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh itu ialah sel neutrofil. Neutrofil merupakan sel pertama dari sistem kekebalan tubuh yang kemudian merespons dengan cara menyerang bakteri atau pun virus.

Sebagai tameng utama, neutrofil ini pun juga akan mengirimkan sinyal yang akan memperingati sel-sel lain di dalam sistem kekebalan tubuh guna merespons bakteri atau pun virus tersebut. Neutrofil ini pada dasar ada pada nanah yang keluar dari infeksi atau pun juga luka di tubuh Anda.

Sel darah putih tersebut akan keluar setelah dilepaskan dari sumsum tulang, serta juga akan bertahan di tubuh hanya sekitar 8 jam. Tubuh kamu bisa atau dapat memproduksi sekitar 100 miliar sel neutrofil setiap hari.


5. Eusonofil

Eosinofil ini adalah salah satu jenis sel darah putih yang mempunyai jumlah 7% yang terdapat didalam sel darah putih serta meningkat apabila berhubungan dengan asma, alergi serta juga demam. Eosinofil ini memiliki diameter sekitar 10 sampai 12 mikrometer.Eosinofil ini adalah salah satu kelompok granulosit yang memiliki tugas guna membunuh parasit di dalam jangka waktu 8 sampai 12 hari. Eosinofil ini memiliki zat kimiawi antara lain ribonuklease, histamin lipase serta juga masih banyak yang lainnya. Eosnofil mempunyai fungsi guna penghancur parasit besar, manghancurkan antigen antibodi,  mencegah alergi dan juga berperan di dalam merespon alergi.


Fungsi Leukosit

Fungsi leukosit ini ialah  untuk memakan zat asing seperti kuman-kuman penyakit atau pun juga zat lain yang masuk ke dalam tubuh. Maka, Leukosit ini adalah sebagai pertahanan utama dari infeksi. Berhubungan juga dengan fungsi dari leukosit ini maka leukosit ini mempunyai sifat fagosit, yang artinya bisa mencerna atau “memakan” zat asing maupun kuman penyakit. Kemampuan leukosit untuk bisa melakukan fagosit disebut dengan sebutan fagositosis.

Selain itu fagositosis, leukosit ini pun juga bisa mempunyai kemampuan diapedesis, diapedesis ini merupakan kemampuan untuk bisa menembus dinding pembuluh darah kapiler serta juga masuk di dalam sel atau pun jaringan tubuh. Jadi, leukosit tidak selalu di dalam pembuluh darah, Apabila ada zat asing yang masuk, maka leukosit ini akan menembus dinding kapiler serta juga bekerja menuju jaringan yang membutuhkan.

Jumlah leukosit tersebut juga bisa naik dan juga turun sesuai dengan keadaan atau situasi . Jika ada infeksi, biasanya jumlah leukosit tersebut akan terus  meningkat. Kalau tubuh mengalami gangguan di dalam memproduksi leukosit, hal tersebut dapat atau bisa menyebabkan tubuh akan mudah untuk diserang penyakit.


Sifat Leukosit

Adapun Sifat leukosit diantaranya  sebagai berikut:

  1. Kemoktaksis yakni tertarik pada daerah yang mengeluarkan zat kimia tertentu.
  2. Amoeboid motion ialah bisa atau dapat bergerak seperti amoeba.
  3. Diapedesis ialah bisa atau dapat melewati membran kapiler sehingga akan bisa melewati pembuluh darah dengan mengerutkan sel nya.
  4. Fagositosis ini ialah menghancurkan benda benda asing yang masuk ke dalam tubuh yangdilakukan oleh monosit serta neutrofil.

Cara Menurunkan Leukosit (Sel darah putih)

Beberapa faktor penyebab dari naiknya leukosit itu terjadinya infeksi di dalam tubuh. Untuk dapat menjaga kesetabilan kita wajib atau harus melakukan atau pun juga menjalankan hidup yang sehat supaya dapat terhindar dari penyakit,dan juga untuk yang sudah terkena maka berikut merpakan beberapa cara untuk menurunkan leukosit,

  1. Hindari Stres
  2. Hindari Terjadinya Dehidrasi
  3. Mengkonsumsi Makanan yang Sehat dan Bergizi
  4. Pola Makan Sehat dan Tepat Waktu
  5. Hindari Rokok dan Minuman Beralkohol
  6. Konsultasi ke Dokter

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Leukosit, Sifat, Jenis, Fungsi, Nilai dan Cara Menurunkan, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Pengertian Komunikasi Interpersonal
Baca Juga  √ Sistem Pengendalian Manajemen Adalah
Baca Juga  √ Pengertian Manajemen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *