√ Pengertian Meteor

Diposting pada

Pengertian Meteor

Pengertian Meteor

Meteor adalah suatu penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, hal tersebut lazim disebut dengan bintang jatuh.

Peristiwa itu disebabkan oleh panas yang dihasilkan dikarenakan adanya tekanan ram (bukan karena gesekan, sebagaimana anggapan sebelumnya) Disaat meteoroid itu memasuki atmosfer. Meteor itu yang sangat terang, lebih terang jika dibandingna dengan penampakan Planet Venus, dapat disebut ialah dengan bolide.

Apabila suatu meteoroid tersebut  tidak habis terbakar didalam perjalanannya pada atmosfer serta mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan itu disebut dengan meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau juga  objek lain dapat membentuk suatu impact crater.


Sejarah Meteor

Terdapat sekitar 75 juta meteor yang tiap hari memasuki atmosfer bumi yang bergerak dengan kecepatan diantara 35-39 km/detik yang mana meteor tersebut membutuhkan 1 detik untuk dapat terbakar sepenuhnya pada  atmosfer. Kandungan Meteor – Meteor tersebutt dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

  • meteorit logam
  • meteorit batuan

Meteorit logam mengandung 91% Fe, 8%Ni, serta selebihnya Co, P dan juga unsur-unsur lainnya. Sedangkan Meteorit batuan mengandung 36% O, 26%Fe, 18%Si, 14%Mg serta juga sejumlah kecil unsur lainnya.

Pada dasarnya meteor itu hanya gumpalan kecil, Namun tetapi ada juga yang sampai mempunyai ukuran yang sangat besar dengan massa sekitar ialah 34.000 kg seperti yang pernah ditemukan di Greenland pada tahun 1897 yang dinamakan ialah dengan meteorit Ahnignito.

Sebuah meteor yang jatuh pada  Arizona yang diperkirakan mempunyai massa sekitar 50.000 ton tersebut mengakibatkan terbentuknya kawah yang dikenal ialah sebagai kawah Barringer (Barringer Crater) dengan diamater sekitar 1.400 m serta juga kedalam sekitar 190 meter.

Meteor terkecil disebut ialah dengan meteorit Ras Tanura, yang jatuh di Arab Saudi pada tahun 1961 dengan berat ialah sekitar 6 gram. Sedangkan Meteor terbesar menurut para ahli ialah Meteor yang pernah jatuh di bumi sekitar pada 65 juta tahun yang lalu yang menimbulkan debu dasyat serta juga banyak para ahli yang menyakini bahwa meteor di waktu itu yang menyebabkan kepunahan pada dinausorus.


Ciri Meteor

Apabila melihat secara visual tentu meteor ini ada ciri bersinar terang, seperti bintang jatuh di dalam ukuran kecil. Bila meteorid yang jatuh itu memasuki atmosfer tidak habis serta kemudian bisa atau dapat sampai kepermukaan bumi maka benda itu kemudian dinamakan meteorit.

Apabila melihat urutannya sebelum meteor itu disebut dengan meteoroid yakni benda angkasa yang lebih kecil dari asteroid. Meteoroid yang kemudian memasuki atmosfer bumi tersebut disebut meteor (penampakan jalur jauh itu dengan ditandai cahaya jatuh). Disaat di atmosfer meteorid tersebut tidak habis serta bisa atau dapat sampai ke permukaan bumi maka kemudian disebut dengan meteorit.


Jenis Meteor

Jenis meteor ini kemudian dibedakan berdasarkan :

1. Berdasarkan Komposisinya

Untuk jenis-jenis meteor dengan berdasarkan komposisinya ini, dibagi kemudian menjadi 3 jenis diantaranya sebagai berikut :

a. Meteorit Besi

Meteorit besi adalah meteorit yang bahannya sebagian besar berasal dari besi. Serta meteorit besi ini kemudian udah ditemukan sebanyak 4.8% dari keseluruhan meteorit-meteorit yang sudah pernah ditemukan di dunia.


b. Meteorit Stony

Meteorit stony ini kemudian tersusun dari bebatuan serta meteorit jenis ini kemudian udah ditemukan sebanyak 94% dari seluruh meteorit-meteorit yang telah ditemukan di dunia.


c. Meteorit Campuran Besi dan Stony

Meteorit campuran antara besi serta stony ini adalah meteorit campuran yang jenisnya masih langka serta untuk jenis meteor ini hanya ditemukan sebanyak 1,2% dari keseluruhan meteorit yang telah ditemukan di dunia.


2. Berdasarkan Asal – Usulnya

Jenis – jenis meteorit dengan berdasarkan asal usulnya ini kemudian dibedakan menjadi 3 macam, diantaranya sebagai berikut:

a. Meteor Asteroidal/Keplanetan

Meteor jenis ini ialah meteorit yang berasal dari serpihan asteroid atau juga planet yang meledak atau hancur.

Asteroid atau planet yang pecah tersebut kemudian akan berubah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga biasa menyebutnya dengan sebutan meteorit.


b. Meteor Kekometan

Meteor kekometan ini adalah serpihan-serpihan dari komet, maka kandungan yang dipunyai meteorit ini sama dengan yang dimiliki oleh komet diantaranya bahan-bahan penyusunnya seperti gas serta juga komponen-komponen padatan lainnya.


c. Meteor Parabolis

Meteor parabolis ini adalah pecahan dari benda di luar angkasa, namun tetapi belum diketahui dengan secara pasti, apa jenis benda tersebut.


3. Berdasarkan Hujan Meteornya

Jenis – jenis meteorit dengan berdasarkan hujan meteornya ini kemudian dibedakan menjadi 4 macam, diantaranya sebagai berikut:

a. Hujan Meteor Orionid

Hujan meteor orinoid ini adalah hujan yang terjadi tiap-tiap tahunnya yang biasa terjadi dibulan Oktober.

Nama Orionid ini kemudian juga diambil dari tempat bercahaya yang kemudian menjadi titik meteor yang melintas berasal yang disebut dengan sebutan konstelasi orion.

Proses peristiwa/kejadian dari terjadinya hujan meteor orionid tersebut, bisa terlihat dengan jelas serta juga biasanya meteor ini berwarna kuning serta hijau.


b. Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor ini kemudian terjadi di atas rasi bintang perseus serta kemungkinan terjadi disaat bumi itu melewati aliran meteor yang disebut dengan sebutan awan perseid.

Melalui pengamatan yang telah pernah dilakukan sejak 2 abad yang lalu, terjadinya hujan meteor ini ialah pada pertengahan Juli s.d Agustus tiap tahunnya.

Meteor Perseid tersebut akan bisa atau dapat terlihat dengan jelas pada belahan bumi bagian utara di waktu malam hari pada musim panas yang mana disaat itu langit akan terlihat cerah.


c. Hujan Meteor Geminids

Hujan meteor geminids ini adalah jenis hujan meteor yang terjadi disebabkan oleh karna  meteor yang berasal dari sebuah asteroid yang disebut dengan sebutan 3200 Phaethon.

berdasarkan dengan pengamatan yang dilakukan sejak 1,5 abad yang lalu, hujan meteor untuk jenis ini terjadi diakhir tahun yakni dibulan Desember.


d. Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor quandrantid ini adalah sebuah hujan meteor yang asalnya itu dari konstilasi Bootes.

Berdasarkan pengamatan hujan meteor tersebut  terjadi dibulan Januari, namun untuk pengamatan meteor ini akan lebih sulit disebabkan karna puncaknya itu cuma terjadi hanya dalam hitungan jam aja.


Contoh Meteor

Menurut Wikipedia, Meteorit (meteoroid yang kemudian sampai ke bumi) itu bisa atau dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) jenis, diantaranya sebagai berikut :

Besi

Dengan berdasarkan komposisi meteor yang ditemukan terdiri dari paduan besi-nikel kristal. Meteorit tersebut sama seperti inti luar bumi yang mana dipercaya oleh para ilmuwan. Dilihat dari jumlah yang kemudian ditemukan bahawa meteorit besi tersebut bejumlah kisaran 4,8 % dari keseluruhan meteorit yang ditemukan.


Stony

Meteorit bebatuan atau stony yang mana jenis ini yang merupakan jenis paling umum ditemukan serta memiliki ragam yang berbeda-beda. Meteorit stony tersebut dapat atau bisa dibagi menjadi 3 sub klasifikasi.

  1. Chondrites yang megandung chondrules.
  2. Chondrites karbonan, yang kemudian mengandung chondrules bersamaan dengan mineral volatile.
  3. Achondrites yang tidak mengandung chondroles.

Meteorit jenis ini sekitar 94% dari yang ditemukan.


Stony-Besi

Jenis meteorit ini kemudian merupakan jenis yang sangat langka ditemukan, disebabkan karna mengandung bebatuan serta besi alias campuran dari Stony-Besi. Jenis tersebut kemudian menempati sekitar 1,2 % dari yang ditemukan.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Meteor, Ciri, Sejarah Jenis Beserta Contohnya, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Pengertian Cerita Fiksi Dan NonFiksi
Baca Juga  √ Pengertian Ilmu Komputer
Baca Juga  √ Pengertian Makhluk Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *