√ Pendapatan Nasional Adalah

Diposting pada

Pengertian Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional Adalah

Pendapatan Nasional ini adalah penghasilan yang diperoleh oleh suatu negara di dalam skala nasional. Perolehan pendapatan pada dasarbnya untuk rumah tangga atau pun badan usaha meliputi upah, sewa, laba, deviden, tunjangan serta bunga. Kurang lebih pada skala nasional ini adalah semua akumulasi tersebut.

Pendapatan nasional sangat penting bagi suatu negara disebabkan karna bisa menjadi indikator kesejahteraan suatu bangsa. Sebagai contoh Indonesia masuk pada negara G-20 atau juga masuk ke 20 negara dengan Gross Domestic Product (GDP) atau pun Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia.

Oleh disebabkan karna itu tentunya sangat penting mempelajari mengenai pendapatan nasional. Terdapat segala macam manfaat mempelajari pendapatan nasional.

  1. Sebagai indikator kesejahteraan penduduk suatu negara.
  2. Menjadi tolak ukur arah pembangunan nasional.

Apabila indikator baik maka bagaimana cara tentang mempertahankannya sedangkan apabila indikator menunjukkan sebaliknya maka diusahakan untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Pengertian Pendapatan Nasional ini adalah seluruh perolehan pendapatan yang diperoleh semua warga negara pada jangka waktu tertentu, secara umum dihitung di dalam jangka waktu 1 tahun.

Pendapat lain menggemukan bahwa Pendapatan Nasional ini ialah jumlah semua hasil produksi oleh masyarakat secara nasional pada periode waktu tertentu (umumnya 1 tahun).

Dilihat dari pengertian pendapatan nasional itu paling tidak kita mengetahui 3 poin yang harus menjadi perhatian. 3 Poin tersebut adalah :

  1. Nilai total dari hasil produksi akhir produk (barang/jasa). Hal tersebut berarti nilai yang dihitung ialah  nilai akhir dari barang serta jasa.
  2. Pendapatan Nasional ialah sebagai bagian dari perekonomian nasional yang menjadi indikator serta batasan penduduk disuatu negara.
  3. Terdapat periode waktu di dalam perhitungannya (1 tahun).

3 Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Pada materi pendapatan nasional hal yang sangat penting untuk diketahui ialah tentang 3 metode perhitungan pendapatan nasional. Ke tiga pendekatan itu ialah :

  1. Pendekatan Produksi
  2. Pendekatan Pengeluaran
  3. Pendekatan Pendapatan

Perlu untuk diperhatikan bahwa ketiga pendekatan itu kemudian memiliki cara pandang yang berbeda terhadap variabel dan/atau komponen pendapatan nasional. penjelasannya sebagai berikut ;


Pendekatan Produksi

Berdasarkan pendekatan produksi tersebut maka pendapatan nasional ini kemudian diartikan yakni sebagai penjumlahan dari nilai tambah produk/nilai produk jadi diperiode waktu tertentu. Definisi lain kemudian menyatakan bahwa pendekatan produk dihitung dengan memakai nilai produksi akhir.

Perhitungan pendekatan produksi ditujukan supaya tidak terjadi perhitungan ganda (double) disebabkan karna proses produksi secara umum terjadi dengan secara bertingkat. Maksud dari bertingkat ialah suatu produk berasal dari bahan baku yang kemudian dipakai untuk produksi lanjutan.

Sebagai contoh soal pendapatan nasional adalah :

Petani menjual jagung dengan harga Rp 5000/bonggol. Setelah jagung itu dijual ke suatu perusahaan pakan serta dijual kembali dengan harga Rp 7000. Olahan jagung itu dijual kembali ke perusahaan lain dengan harga Rp 10.000 disebabkan karna diolah kembali serta dikemas dengan lebih baik.

Dengan berdasarkan contoh di atas maka keseluruhan nilai Pendapatan Nasional ialah Rp 10.000. Nilai itu ialah nilai akhir dari produk jagung itu dan juga sekaligus nilai yang sama dari penjumlahan nilai tambah yang ada.

Unit EkonomiNilai TambahHarga
Petani50005000
Perusahaan I20007000
Perusahaan II300010.000
Total Nilai Tambah10.000

Dari ilustrasi contoh di atas maka kemudian diperoleh rumus pendekatan produksi yakni sebagai berikut :

Apabila Y merupakan Nilai Akhir maka :

Pendekatan-Produksi-1

Atau apabila memperhitungkan jumlah produksi maka kemudian digunakan rumus berikut :

Pendekatan-Produksi-2Ket :

  • Y = Pendapatan Nasional
  • Pn = Harga Jual Produk Jadi
  • Qn = Jumlah Produksi

Pendekatan Pengeluaran

Pada perhitungan pendekatan pengeluraan, pendapatan nasional tersebut kemudian diperoleh dari jumlah pengeluaran dari Pelaku Ekonomi dari dalam ataupun juga luar negeri. Pengeluaran yang diperhitungkan seperti pengeluaran pemerintah, investasi,  konsumsi, serta juga selisi antara Ekspor serta Impor.

Oleh disebabkan karna itu dapat atau bisa disimpulkan bahwa rumus pendekatan nasional memakai  pendekatan pengeluaran ialah sebagai berikut :

Pendekatan-Pengeluaran

Untuk memperoleh informasi memakai rumus di atas maka perlu data yang akurat berhubungan dengan komponen-komponen tersebut.


Pendekatan Pendapatan

Pendekatan pendapatan dihitung dengan cara menjumlahkan semua pendapatan yang diperoleh rumah tangga konsumsi atas hasil kinerja di dalam memberikan faktor-faktor produksi (yakni sebagai tenaga kerja atau juga berdagang/wiraswasta).

Metode pendapatan nasional itu dengan pendekatan pendapatan terdiri dari beberapa komponen seperti misalnya upah, laba, sewa, serta bunga. Selain dari itu terdapat pula pendapatan dari faktor non-produksi.

Sehingga apabila dirumuskan maka rumus pendapatan nasional itu dengan pendekatan pendapatan yakni sebagai berikut :

pendekatan-pendapatan

Di dalam rangka memperoleh pendapatan secara nasional memakai pendekatan ini maka data yang diperoleh ada data terkait perolehan pendapatan rumah tangga masyarakat di suatu negara.


Konsep Pendapatan Nasional

Pada materi pendapatan nasional itu ada beberapa konsep yang harus serta wajib kita ketahui. Konsep tersebut tidak dapat atau bisa dipisahkan dari definisi serta cara perhitungan pendapatan dengan secara nasional. Pengetahuan akan konsep tersebut memudahkan kita di dalam memahami serta memperhitungkan pendapatan nasional dari suatu negara.

Setidaknya ada 6 konsep pendapatan nasional diantaranya sebagai berikut :

  1. Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB)
  2. Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB)
  3. Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Netto (PNN)
  4. Net National Income (NNI) atau Pendapatan Nasional Netto
  5. Personal Income (PI) atau Pendapatan Perseorangan
  6. Disposable Income atau Pendapatan Yang Siap Dibelanjakan

Pada tiap-tiap konsep terdapat definisi serta perhitungannya masing-masing. Penjelasannya sebagai berikut :

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product ini adalah jumlah total produk baik barang atau jasa yang dihasilkan oleh unit-unit ekonomi pada suatu negara di periode satu tahun. Pengertian lain menggemuakan bahwa PDB disebut yakni sebagai nilai produk akhir yang diproduksi negara dengan menjumlahkan nilai tambah serta  pendapatan selama satu tahun.

GDP/PDB ini diperoleh tidak hanya dari pendapatan warga negara di dalam negeri namun tetapi juga diperoleh dari perusahaan atau pun juga warga negara asing yang tinggal atau juga beroperasi di dalam negeri. Sebagai contoh perusahaan dari Amerika yang mempunyai cabang di Indonesia. Hasil produksi atau pun juga pendapatannya masuk ke dalam PDB Indonesia.

Dengan berdasarkan ilustrasi di atas maka dapat atau bisa diketahui bahwa rumus GDP/PDB ialah sebagai berikut :

Gross-Domestic-Product

Perolehan serta peningkatan GDP tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor ketersediaan sumber daya dan juga produktifitas.

Sumber daya disini termasuk sumber daya manusia dan juga sumber daya alam yang tersedia. Ketersediaan sumber daya tidak dipungkiri lagi ini sangat berdampak langsung terhadap suatu proses produksi. Sehingga apabila terdapat hambatan pada ketersediaan sumber daya pasti sangat berefek buruk di produksi. Oleh sebab itu semakin baik ketersediaannya maka proses produksi tersebut serta pendapatan yang diperoleh tersebut juga akan semakin meningkat.

Sama halnya itu dengan produktifitas. Peningkatan produktifitas yakni dengan sumber daya yang tersedia tersebut juga akan semakin memberikan peningkatan pada pendapatan nasional.


Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) tersebut ialah nilai total dari semua produk baik barang maupun juga jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dengan secara nasional baik di dalam ataupun di luar negeri. Sebagai contoh jika terdapat warga negara Indonesia yang kemudian menjadi pengusaha di Jepang. Maka hasil pendapatannya masuk ke dalam GNP/PNB.

Pada intinya GNP tersebut sangat menekankan pada aspek nationality atau pun juga kewarganegaraan. Sehingga apabila disimpulkan maka rumus GNP tersebut ialah sebagai berikut :

GNPAtau

Gross National Product

Atau

Gross National Product 1


Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Netto (PNN)

Produk Nasional Netto atau pun Net National Product ialah nilai dari Gross National Product setelah dikurangi dengan depresiasi atau pun juga penyusutan. Faktor penyusutan tersebut pasti terjadi kepada produk khususnya barang yang dihasilkan. Sehingga nilai NNP tersebut melihat pendapatan nasional dari laba bersih yang diperoleh.

Nilai penyusutan tersebut disini biasanya berupa perkiraan sehingga kemungkinan terjadi kekeliruan sangat wajar terjadi walaupun tidak dominan.

Dari definisi di atas maka rumus NNP tersebut ialah sebagai berikut :

Net National Product


Net National Income (NNI) atau Pendapatan Nasional Netto

Pendapatan Nasional Netto disebut dengan Net National Income (NNI) ini adalah pendapatan yang diperoleh dari Nilai Net National Product (NNP) yang kemudian dikurangi dengan pajak tak langsung serta juga subsidi.

NNI ini kemudian diambil dari jumlah balas jasa yang diberikan ke masyarakat yakni sebagai pemilik dari faktor produksi.

Sehingga secara sederhana apabila dituliskan ke dalam rumus maka :

NNI

  • Pajak Tak Langsung wajib ini dikurangi sebab faktor ini tidak masuk ke dalam balas jasa atas faktor produksi. Hal tersebut sangat normal disebabkan karna uang pajak sesuai aturan wajib dibayarkan ke pemerintah.
  • Subsidi itu juga harus masuk ke perhitungan disebabkan karna faktor ini kemudian membuat harga lebih murah apabila dibandingkan dengan biaya produksi sesungguhnya. Contoh dari subsidi seperti subsidi harga BBM, Listrik, Pupuk, dll.

Personal Income (PI) atau Pendapatan Perseorangan

Pendapatan nasional ini juga dapat diperoleh dari pendapatan perseorangan. Perhitunganya ialah dengan cara menjumlahkan pendapatan tiap-tiap orang di masyarakat ditambah dengan pembayaran trasnfer setelah itu  dikurangi laba ditahan, iuran asuransi, jaminan sosial, dan juga pajak perusahaan.

Adapun rumus Personal Income adalah sebagai berikut :

Personal Income

Adapun pembayaran transfer atau pun transfer payment disini diartikan yakni sebagai seluruh penerimaan masyarakat yang bukan berasal dari balas jasa produksi. Biasanya itu diambil dari pendapatan nasional tahun sebelumnya serta kemudian ditujukan di dalam mensejahterakan masyarakat dengan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebagai contoh transfer payment itu ialah tunjangan, dana pensiun, serta lain sebagainya.

Namun perlu untuk diketahui bahwa pendapatan perseorangan ini kemudian tidak dihitung dengan berdasarkan pendapatan per individu tetapi jkuga pada pendapatan bersih yang diperoleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan karna tiap-tiap masyarakat, tiap-tiap negara itu mempunyai kondisi yang juga berbeda sehingga pendapatan per kapita ini kemudian tidak bisa digunakan sebagai acuan.


Disposable Income (DI) atau Pendapatan Yang Siap Dibelanjakan

Pendapatan yang siap dibelanjakan atau Disposable Income (DI) ini adalah pendapatan nasional yang siap untuk kemudian dipakai atau digunakan guna pembelanjaan atau pun juga dimanfaatkan yakni sebagai investasi. Perolehan DI ini kemudian dihitung dari pendapatan nasional yang dikurangi dengan pajak langsung.

Pendapatan tersebut juga bisa disebut juga dengan sebutan pendapatan bersih atau pun juga pendapatan yang sungguh-sungguh diterima oleh masyarakat serta siap untuk  dimanfaatkan.

Rumus Disposable Income dapat disajikan seperti di bawah ini :

Disposable Income


Manfaat Pendapatan Nasional

Setelah mengetahui perhitungan serta juga segala macam konsep akan pendapatan nasional maka kemudian bisa atau dapat diambil berbagai manfaat. bahwa terdapat manfaat dari pendapatan nasional diantaranya :

1. Alat Ukur Tingkat Kesejahteraan Pada Suatu Negara

Dengan mengukur serta juga mengetahui pendapatan nasional maka tentu dapat menjadi indikator alat ukur tingkat kesejahteraan secara umum masyarakat pada suatu negara.

2. Membandingkan Tingkat Kesejahteraan Antar Negara

Karena secar umum kita jadi bisa mengetahui negara mana yang kemudian masuk dan tergolong sejahtera serta negara mana yang pra-sejahtera.


3. Perbandingan Kondisi Perkembangan Perekonomian

Pendapatan nasional ini pun juga bisa melihat perekembangan perekonomian suatu negara. Apabila dari waktu ke waktu terjadi suatu peningkatan pendapatan nasional maka kemudian bisa disimpulkan bahwa perekonomian negara itu semakin membaik.


4. Mengetahui Struktur Perekonomian Nasional

Dengan melalui pendapatan nasional tersebut juga kita jadi memahami struktur perekonomian suatu negara. Selain dengan melihat perkembangan perekonomian bisa juga dilihat dari sektor apa perekonomian pada suatu negara ditopang.


5. Menentukan Kontribusi Setiap Sektor Nasional maupun Daerah

Berdasarkan data kontibusi tiap-tiap sektor baik itu di daerah ataupun juga nasional maka dapat diliat sektor mana yang kemudian menjadi unggulan nasional serta daerah.


6. Pedoman dalam Menyusun Kebijakan

Nah dari sini juga kita dapat mengetahui hal-hal apa yang perlu untuk ditingkatkan serta dipertahankan kemudian sektor mana yang dijadikan unggulan. Seluruhnya akan dirumuskan pada kebijakan nasional.


Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional

Besar kecil serta peningkatan dan juga penurunan pendapatan nasional itu tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Setidaknya ada beberapa faktor yang berdampak langsung seperti berikut ini :

Permintaan & Penawaran Agregat

Terbentuknya Permintaan serta Penawaran secara agregat terhadap suatu produk ditingkat harga oleh masyarakat serta perusahaan itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan nasional. Agregat disini maksudnya adalah hubungan seluruh daftar permitaan serta juga penawaran secara keseluruhan (nasional).


Investasi

Faktor investasi baik itu dari masyarakat ataupun juga individu masuk pada komponen pengeluaran agregat. Hal tersebut tentu dikarenakan bagi pelaku ekonomi yang melakukan investasi menandakan/memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan dengan secara ekonomi dari sisi pendapatan. Tentu saja hal tersebut kemudian berdampak pada pendapatan nasional.


Konsumsi

Pengeluaran guna konsumsi ini pun jgua dapat diartikan sebagai pengeluaran di dalam memperoleh barang dan jasa pada Kegiatan atau aktivitas Ekonomi di dalam periode waktu tertentu. Apabila terjadi peningkatan ekonomi tentu bisa atau dapat disimpulkan bahwa perolehan pendapatan di masyarakat pada suatu negara itu juga meningkat.


Tabungan

Sedangkan, tabungan ini merupakan pendapatan yang ditahan atau tidak dipakai guna keperluan konsumsi. Apabila nominal tabungan tersebut meningkat maka kemudian disimpulkan bahwa pendapatan pun juga meningkat.


Distribusi Pendapatan Nasional

Secara umum memang contoh pendapatan nasional dengan melalui beragam metode perhitungan yang dibahas sebelumnya dapat atau bisa menunjukkan kesejahteraan secara umum. Namun hal yang perlu untuk dipahami ialah  berhubungan dengan pemerataan kesejahteraan. Karena hal itu dapat atau bisa jadi pendapatan masyarakat tertentu dengan masyarakat lain terpaut sangat jauh.

Oleh sebab itu perlu untuk diketahui tentang distribusi pendapatan nasional.

Distribusi pendapatan nasional tersebut ialah konsep yang perlu dipahami guna mengetahui pemerataan kesejahteraan masyarakat pada suatu negara. Pemerataan kesejahteraan dengan melalui distribusi pendapatan nasional ini bisa atau dapat membuktikan kemakmuran di suatu negeri.

Begitu juga dengan sebaliknya. Apabila distribusi pendapatan tersebut tidak merata walaupun indikator pendapatan nasional itu tinggi maka wilayah negara itu tidak dapat dikatakan sejahtera.


Mengetahui Distribusi Pendapatan Nasional

Untuk dapat mengetahui pendapatan nasional di Indonesia setidaknya ada 3 cara atau pun indikator diantaranya :

1. Kurva Lorens

Penggunaan kurva lorens ini ditujukan guna mengetahui tingkat pemerataan distribusi pendapatan nasional. Kurva tersebut menunjukkan keterkaitan antara distribusi jumlah penduduk itu dengan pendapatan.


2. Gini Ratio

Adapun Gini Ratio tersebut dipakai guna mengetahui indikator distribusi pendapatan nasional. Gini Ratio yakni sebagai alat ukur ketimpangan atau pun juga kesenjangan distribusi pendapatan di masyarakat.


3. Peningkatan Jumlah Penduduk

Menurut World Bank pertumbuhan jumlah penduduk tersebut bisa atau dapat berpengaruh terhadap pemerataan pendapatan nasional. Semakin tinggi peningkatannya maka bisa atau dapat menurunkan nilai pendapata per kapita.


4. Inflasi

Adanya Inflasi tersebut kemudian ditunjukkan dengan adanya pertambahan uang serta juga pendapatan namun tidak diimbangi dengan peningkatan produksi dengan secara proposional. Ketimpangan tersebut kemudian akan berdampak pada distribusi pendapatan nasional pada suatu negara.


5. Investasi

Penggunaan anggaran untuk investasi yang berlebihan itu bisa atau dapat menyebabkan perolehan pendapatan menjadi lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pendapatan dari hasil penggunaan faktor produksi tenaga kerja. Kondisi tersebut kemudian akan menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran sehingga masyarakat tersebut akan sulit memperoleh pendapatan serta berkembang  secara ekonomi.


6. Kebijakan Impor

Diterapkannya kebijakan impor yakni dengan menaikkan barang-barang industri dari luar negeri yang tidak berbanding dengan nilai tukar rupiah tersebut juga dapat atau bisa berimbas pada pendapatan nasional. Hal tersebut selain harga yang diterima mahal khususnya di negara berkembang yakni sebagai konsumen juga adanya kondisi yang sama terhadap produk negara berkembang pada negara maju. Sehingga tidak cukupnya perolehan pendapatan dari ekspor apabila dibandingkan dengan harga tinggi saat impor.


7. Kemunduran Industri Rumah Tangga

Apabila industri rumahan tersebut kemudian mulai mengalami kemunduran maka dipastikan bahwa pendapatan per kapita pun juga akan berkurang. Kondisi tersebut kemudian akan berpengaruh terhadap distribusi pendapatan nasional yang tidak merata. Menimbulkan tingginya suatu ketimpangan antara masyarakat menengah ke bawah dengan masyarakat yang ekonomi atas.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Pendapatan Nasional, Konsep, Pendekatan, Faktor, Manfaat, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Presentasi Adalah
Baca Juga  √ Pengertian Dan Persamaan Dasar Akuntasi
Baca Juga  √ Pengertian Kerjasama