√ Etnosentrisme Adalah

Diposting pada

Pengertian Etnosentrisme

Pengertian Etnosentrisme Adalah

Etnosentrisme adalah suatu persepsi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu yang menganggap bahwa budayanya adalah budaya yang terbaik dibandingkan budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain. Etnosentrisme tersebut dapat juga diartikan sebagai fanatisme suku bangsa. Etnosentrisme ini merupakan praktik memandang serta juga menilai budaya orang lain dengan berdasarkan nilai serta kepercayaannya sendiri. Etnosentrisme ini adalah bagian dari ilmu sosial dasar.

Segi positif Etnosentrisme diantaranya ialah

  1. Menjaga kestabilan dan juga keutuhan budaya,
  2. Dapat mempertinggi semangat patriotisme serta juga kesetiaan kepada bangsa,
  3. Dapat memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan/bangsa.

Istilah etnosentrisme ini kemudian berasal dari dua kata di dalam bahasa Yunani, yakni ‘ethnos’ yang memiliki arti bangsa, serta ‘kentron’, yang artinya pusat. Hal tersebut berarti etnosentrisme merupakan bangsa yang menjadi sebuah pusat.

Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memaparkan bahwa, etnosentrisme ini merupakan sikap atau pandangan yang berpangkal di masyarakat serta kebudayaan sendiri, yang biasanya disertai dengan sikap serta pandangan yang meremehkan masyarakat serta juga kebudayaan lain.

Unsur kebudayaan tersebut menjadi suatu hal yang seringkali diunggulkan oleh seseorang atau pun kelompok dengan menonjolkan sikap etnosentrisme. Beberapa unsur kebudayaan itu antara lain ialah seperti bahasa, perilaku, kebiasaan, hingga agama.

Secara lebih spesifik, etnosentrisme ini adalah suatu pandangan atau persepsi yang dimiliki oleh seorang individu atau pun kelompok mengenai penilaian dari kebudayaan lain.

Individu atau kelompok itu menganggap bahwa kebudayaan miliknya diyakini lebih unggul serta juga baik daripada budaya lainnya. Prinsip yang satu ini kemudian lebih merujuk pada rasa bangga seorang individu atau pun kelompok dengan secara berlebihan.


Pengertian Etnosentrisme Menurut Para Ahli

Untuk dapat mengerti lebih dalam lagi mengenai Etnosentrisme, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli sebagai berikut :

Menurut Sumner (dalam Lubis, 1999)

Menurut Sumner (dalam Lubis, 1999)


Menurut Harris (1985)

Menurut Harris (1985)


Menurut Coleman dan Cressey (1984)

Menurut Coleman dan Cressey (1984)


Menurut Zastrow (dalam Lubis, 1999)

Zastrow (dalam Lubis, 1999)


Menurut Levine dan Campbell (dalam Scott, 1998)

Levine dan Campbell (dalam Scott, 1998)


Menurut Taylor, Peplau dan Sears (2000)

Taylor, Peplau dan Sears (2000)


Menurut Hogg (2003)

Menurut Hogg (2003)


Faktor Penyebab Etnosentrisme

Penyebab Munculnya Etnosentrisme di Indonesia, diantaranya sebagai berikut

Budaya Politik

Faktor yang mendasar yang menjadi penyebab dari munculnya etnosentrisme ini ialah budaya politik dari masyarakat yang kemudian cenderung tradisional dan juga tidak rasionalis. Budaya politik masyarakat ini masih tergolong budaya politik subjektif Ikatan emosional dan juga ikatan-ikatan primordial yang masih cenderung menguasai masyarakat yang ada di Indonesia. Masyarakat kemudian terlibat didalam dunia politik yakni untuk kepentingan mereka yang sangat mementingkan suku, etnis, agama dll.


Pluralitas Bangsa Indonesia

Faktor yang lain , penyebab munculnya masalah etnosentrisme yang selanjutnya ialah pluralitas Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari banyak suku, agama, ras dan juga golongan. Pluralitas masyarakat Indonesia ini tentu kemudian melahirkan segala macam bentuk persoalan. Pada tiap-tiap suku, agama, ras dan juga golongan berusaha untuk dapat atau bisa memperoleh kekuasaan dan juga menguasai yang lain. Masalah kepentingan inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang banyak memunculkan persoalan-persoalan pada tiap-tiap daerah.


Sejarah

Sejarah kelompok di masa lalu itu pun bisa berubah menjadi sebuah identitas. Hal tersebut juga bisa membuat individu atau kelompok itu merasa mempunyai kebudayaan dan sejarah tersebut.

Berbagai identitas tersebut, diantanya berupa bahasa, kebiasaan, sampai pada peristiwa masa lalu yang berasal dari nenek moyang.


Dampak Positif dan Negatif Etnosentrisme

tentu terdapat dampak baik itu positif atau pun negatif dari etnosentrisme diantaranya :

Dampak Positif Etnosentrisme

Adapun Dampak positif dari etnosentrisme diantaranya :

  1. Dapat mempertinggi semangat patriotisme,
  2. Menjaga keutuhan serta juga stabilitas kebudayaan,
  3. Mempertinggi rasa cinta kepada bangsa sendiri.

Sikap etnosentrisme adalah sikap tolak ukur budaya seseorang dengan budayanya.


Dampak Negatif Etnosentrisme

Dampak Negatif dari etnosentrisme diantaranya ,

  1. Dapat menyebabkan konflik antar suku.
  2. Adanya alirannya politik.
  3. Menghambat proses asimilasi budaya yang berbeda.

Contoh Etnosentrisme

Dibawah ini merupakan contoh dari etnosentrisme, sebagai berikut :

Pemakaian koteka yang dilakukan oleh masyarakat papua pedalaman, apabila dilihat oleh masyarakat yang bukan berasal dari Papua pedalaman, memakai koteka merupakan hal yang memalukan. Sebaliknya, bagi warga pedalaman papua, memakai koteka merupakan suatu kewajaran, bahkan suatu kebanggaan tersendiri.


Budaya Carok, Carok ini adalah budaya yang berasal dari Madura, merupakan yang perilaku membela harga diri dengan menyakiti orang yang terlibat. carok di dalam masyarakat madura merupakan konsep yang sakral serta harus di junjung tinggi oleh masyarakat madura.


Konflik yang terus terjadi antara suku Dayak serta suku Madura yang sampai sekarang juga  belum menemui titik terang. dan Tragedi Pos, Ambon, dan Perang adat di Papua.


DPR sebagai orang-orang terpilih yang harusnya mewakili suara rakyat, pada kenyataannya dipenuhi dengan oknum yang mengutamakan kepentingan pribadi serta juga parpolnya dibandingkan kepentingan rakyat, dan juga dilakukan secara implisit serta eksplisit.


Mahasiswa yang berasal dari Medan (suku Batak) itu akan selalu bersikeras pada pendirian serta juga sikap yang selalu menyebut dirinya sebagai orang yang tegas, berpendirian, serta kasar (kasar di dalam artian tegas). Sedangkan untuk Melayu dikatakan pemalu, relijius, serta juga merasa lebih bisa diterima di mana pun berada. Sedangkan Jawa, akibat dari pengaruh orde baru sebagai pusat pemerintahan, kemudian menganggap dirinya paling maju dibandingkan dari daerah lainnya di Indonesia.


Tahun 2001 timbula perang adat antara suku Asmat serta Dani masing-masing dari suku itu merasa sukunyalah yang paling benar serta yang harus dihormati. Perang adat tersebut berlangsung bertahun-tahun. disebabkan akrna sebelum adanya salah satu pihak yang kalah atau semkain kuat serta juga melebihi pihak yang lain, maka perang pun tidak akan pernah berakhir.


Melakukan bullying, mengejek atau pun juga menjauhi temannya yang berasal dari Papua hanya karena kulit mereka yang hitam, karna agama yang dianut berbeda dan juga rambutnya yang ikal atau keriting.


Kasus yang juga sering terjadi di Indonesia diantaranya adalah penghancuran rumah ibadah dengan secara sepihak yang dilakukan oleh oknum-oknum konservatif yang fanatik serta juga berlaku main hakim sendiri.


Munculnya segala macam aliran politik yang berbau atau bercorak keagamaan atau pun keyakinan tertentu.


Masih terdapat karakter masyarakat Indonesia yang memaknai perbedaan itu dengan membandingkan kepercayaan mana yang paling benar, perbedaan pendapat suatu masalah tersebut tentu dapat berujung pada persoalah ketuhanan, yang juga akan mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuan.


Pada masa-masa pemilihan pemimpin daerah maupun juga pemimpin negara, masih ada juga masyarakat Indonesia yang mempunyai pola pikir yang hanya melihat pemimpin dari suku, ras yang sama, tanpa kemudian menimbang, menilai, serta juga memerhatikan visi, misi, dan jgua program yang para pemimpinnya tawarkan.


Pandangan sebagian masyarakat Indonesia kepada keturunan ras Tionghoa yang sampai pada saat ini masih dipandang sebelah mata di dalam segala lini kehidupan bermasyarakat.


Masyarakat Bali sampai saat ini juga masih berpegang teguh pada tradisi Warna/Kasta yang mengotak-ngotakan masyarakat di dalam kedudukan sosial tertentu.


Pernikahan di Desa Adat Panglipuran Bali itu hanya dapat dilaksanakan oleh antar sesama warga. Adanya kepercayaan akan adat, kebiasaan, serta juga keyakinan yang sama antar keturunan, melanggengkan aturan ini. Apabila dilanggar, individu yang bersangkutan itu kemudian tidak akan dianggap lagi sebagai warga Desa Penglipuran.


Jabatan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta itu juga hanya bisa dipercayakan kepada orang asli Yogyakarta yang kemudian dianggap sebagai bentuk pengabdian diri total Keraton Yogyakarta.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Etnosentrisme, Faktor, Dampak, Menurut Ahli Dan Contoh, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Pengertian Geologi
Baca Juga  √ Pengertian Hati
Baca Juga  √ Pengertian PraSejarah Dan PraAksara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *