√ Inflasi Adalah

Diposting pada

Pengertian Inflasi

Pengertian Inflasi Adalah

Pengertian inflasi ialah naiknya harga-harga barang serta jasa pada suatu negara dalam jangka waktu panjang atau pun continue (berkelanjutan) yang disebabkan oleh karna ketidakseimbangan antara ketersediaan barang serta uang.

Intinya meskipun masyarakat itu mempunyai uang yang banyak tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan terjadinya suatu inflasi.


Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Untuk dapat mengerti lebih jauh lagi mengenai Inflasi ini maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli, dibawah ini :

Inflasi Menurut Sukirno (2011:165)

Inflasi Menurut Sukirno (2011:165)


Inflasi Menurut Julius (2011:22)

Inflasi Menurut Julius (2011:22)


Inflasi Menurut Murni (2013:202)

Inflasi Menurut Murni (2013:202)


Inflasi Menurut M.Natsir (2014:253)

Inflasi Menurut M.Natsir (2014:253)


Inflasi Menurut Bank Indonesia (BI)

Inflasi Menurut Bank Indonesia (BI)


 

Penyebab Inflasi

Inflasi ini tidak semata-mata terjadi begitu saja, tentu terdapat beberapa hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya inflasi. Dibawah ini merupakan penyebab inflasi diantaranya

1. Demand atau Meningkatnya Permintaan

Inflasi yang terjadi akibat Demand atau meningkatnya permintaan dari masyarakat. Meningkatnya permintaan barang serta jasa tertentu merupakan salah satu hal yang bisa menjadi penyebab dari terjadinya inflasi.

Hal tersebut terjadi oleh karna kebutuhan-kebutuhan terhadap barang atau pun jasa yang diminta tidak tersedia. Sementara permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa itu semakin tinggi, serta hal itu juga yang menyebabkan terjadinya kelangkaan barang pada pasaran.

Tidak hanya permintaan yang tinggi dari berasal dari masyarakat dalam negeri, namun juga meningkatnya permintaan barang untuk kemudian diekspor ke luar negeri pun juga menjadi salah satu dari penyebab inflasi. Selain dari hal itu meningkatnya permintaan perbelanjaan untuk pemerintah serta juga pihak swasta pun juga menjadi faktor yang bisa menyebabkan terjadinya inflasi.


2. Meningkatnya Biaya untuk Produksi

Inflasi yang disebabkan oleh karena meningkatnya biaya guna produksi. Disaat permintaan pada suatu barang atau jasa itu sedang meningkat tetapi bahan baku yang akan diperlukan pun juga langka tentu hal tersebut menjadi faktor penyebab inflasi lainnya.

Barang-barang itu kemudian akan menjadi jauh lebih mahal apabila dibandingkan sebelumnya, sementara perusahaan-perusahaan terkait itu tetap harus memproduksi barang yang sedang diminta oleh pasaran.

Sehingga produksi yang akan dilakukan pun akan menjadi ikut tersendat. Tidak hanya itu, naiknya harga bahan bakar serta juga upah para buruh pun juga menjadi kendala atau masalah bagi perusahaan-perusahaan produsen.

Sehingga dari hal tersebut membuat mereka tidak dapat memenuhi permintaan pasaran. Karena permintaan masyarakat itu semakin tinggi terhadap barang atau pun jasa yang diinginkan dari situ terjadilah ketidakseimbangan yang efeknya akan menyebabkan terjadinya inflasi.


3. Tingginya Peredaran Uang

Inflasi yang satu ini kemudian disebabkan oleh tingginya peredaran uang di masyarakat, sehingga dari hal tersebut akan menjadi lebih banyak dari yang dibutuhkan. Hal tersebut dapat atau bisa terjadi pada saat jumlah barang di pasaran itu sedang tetap, tetapi uang yang beredar di masyarakat itu mencapai dua kali lipat.

Maka dapat terjadi kenaikan pada harga-harga barang itu, bahkan juga bisa mencapai kenaikan sampai pada 100%. Ketidakseimbangan antara arus jumlah barang serta uang yang beredar di masyarakat, nah hal inilah yang menyebabkan terjadinya inflasi.

Itulah kenapa alasan pemerintah tidak semata-mata kemudian mencetak uang yang banyak untuk bisa melunasi hutang negara serta lain-lain. Karena disaat jumlah uang yang beredar itu lebih banyak maka bisa menjadi penyebab terjadinya inflasi di negara tersebut.


Dampak Inflasi

Inflasi ini tidak selalu memberikan dampak yang negatif bagi perekonomian, terdapat juga beberapa hal positif yang akan ditimbulkan dari adanya inflasi ini. perhatikan dampak positif dan negatif dibawah ini :

1. Dampak Inflasi Bagi Pendapatan

Disaat inflasi maka akan ada sebagian orang yang terkena dampak baik serta dampak buruk di dalam hal pendapatannya. Hal positif ini tentu kemudian akan dirasakan oleh pengusaha di saat terjadinya inflasi lunak.

Mereka kemudain akan memperluas kegiatan atau aktivitas produksi sehingga bisa meningkatkan perekonomiannya. Sementara untuk hal negatif yang akan dirasakan oleh para pekerja yang memiliki penghasilan tetap. Karena nilai uang yang mereka peroleh itu sama atau tetap, sementara itu harga barang atau jasa naik.

2. Dampak Inflasi di Bidang Ekspor

Dampak yang kurang menguntungkan tentu akan dirasakan oleh para pelaku ekspor. Karena biaya ekspor kemudian akan melambung tinggi di saat terjadinya inflasi. Tidak hanya itu barang-barang ekspor pun juga akan kalah saing dengan barang ekspor dari negara lain. Akibatnya ialah turunnya pendapatan devisa dari hasil ekspor.

Baca  : Pengertian Devisa, Jenis, Fungsi, Sistem, Tujuan, Manfaat dan Sumber

3. Dampak Inflasi untuk Minat Menabung

Disaat terjadinya inflasi minat seseorang di dalam menabung pun menjadi berkurang. Karena bunga yang didapatkan itu akan menjadi lebih kecil, disisi lain mereka tetap harus membayar uang administrasi tabungannya.


4. Dampak Inflasi Terhadap Harga Bahan Pokok

Inflasi yang terjadi tentu akan menyebabkan sulitnya di dalam menetapkan harga suatu bahan pokok. Karena harga yang ditetapkan tentu bisa saja terlalu besar dan juga bisa terlalu kecil. Prediksi yang kemudian dilakukan untuk memprediksi inflasi di masa mendatang pun juga seringkali tidak tepat.

Hal tersebutlah yang menjadi penyebab penetapan untuk harga jual serta juga harga pokok itu menjadi tidak tepat. Sehingga akan membuat produsen itu menjadi kesulitan serta ekonomi menjadi kacau.


Penghitungan Inflasi

Laju inflasi ini juga dapat dihitung dengan beberapa cara. Dibawah ini merupakan cara-cara untuk menghitungnya inflasi diantaranya :

Menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK)

IHK (indeks harga konsumen) adalah nomor indeks yang bisa menghitung harga rata-rata barang serta jasa yang sudah dikonsumsi oleh konsumen. Biasanya suatu negara akan memakai IHK ini guna mengukur tingkat inflasi yang terjadi, selain dari itu bisa juga menjadi pertimbangan di dalam menyesuaikan gaji, dana pensiun, upah, serta kontrak lainnya.

Cara ini adalah cara yang paling populer dipakai guna menghitung laju inflasi. yakni dengan cara menghitung harga rata-rata dari barang yang sudah dibeli oleh para konsumen.


Rumusnya adalah :

Rumus Perhitungan Indeks Harga Konsumen

keterangan :

Pn : Harga Sekarang
Po : Harga pada tahun dasar


Contoh Soal :

Ditahun 2020 jenis barang itu memiliki harga Rp 20.000,00 per unit, Sedangkan ditahun dasar harga barang itu hany Rp 10.000,00 per unit. Maka IHK di tahun 2015 adalah:

IHK pada tahun 2015

= (20.000/10.000)×100
= 200

Selanjutnya akan ada rumus lain di dalam menghitung IHK, yakni sebagai berikut:

Rumus Perhitungan Indeks Harga Konsumen lain

Keterangan :

Pit = harga barang i pada periode t
Qit = jumlah barang i pada periode t
Pio = harga barang i pada periode dasar o
Qio = jumlah barang i pada periode dasar o


Contoh perhitungan IHK

IHK 2020 = (967500/767500) ×100%
IHK 2020 = 1,2605

Biasanya angka indeks ditahun dasar itu dimulai dari angka 100. Maka IHK di tahun 2020= 100 + 1,2605 = 101.2605.

Di dalam menghitung IHK tahun dasar yang dipkai itu selalu berganti tiap 5 tahun. Contohnya bila ingin menghitung IHK di tahun 2003-2006, jadi tahun dasar yang dipakai ialah tahun 2002. Dalam menghitung IHK 2008-2011, maka kemudian tahun dasar yang dipakai adalah tahun 2007.


Deflator PDB

Deflator harga implisit (implicit price deflator) disebut juga dengan deflator PDB merupakan rasio PDB nominal terhadap PDB riil. Perubahannya itu mengukur pergerakan harga agregat di dalam perekonomian, karenanya ini adalah indikator inflasi.

Cara ini dipakai dengan cara menghitung besarnya perubahan yang terjadi diharga barang-barang tertentu. Seperti halnya harga barang produksi di dalam negeri, harga barang jadi, harga barang baru, serta juga harga jasa.


Rumus dalam menghitung deflator PDB

Biro Pusat Statistik itu mengukur deflator PDB dengan cara membagi PDB nominal ke PDB riil serta setelah itu mengalikannya dengan 100.

Deflator PDB = (PDB Nominal / PDB Riil) x 100

PDB nominal ini mengandung efek inflasi serta kuantitas, sedangkan PDB riil itu hanya kuantitas. Jadi, selama ada tekanan ke atas di dalam harga, PDB nominal tersebut akan lebih tinggi dari PDB riil. Kedua angka tersebut akan sama pada tahun dasar.

Selanjutnya, apabila kita membagi PDB nominal dengan PDB riil, umumnya kita akan mendapatkan tingkat harga agregat. Jadi, di dalam hal ini, perubahan angka deflator PDB dari periode ke periode tersebut akan mencerminkan tingkat inflasi.

Tingkat inflasi = [(Deflator PDBt / Deflator PDBt-1) – 1] x 100%


Contoh Soal

Misalnya, kita memperoleh PDB nominal serta juga data PDB riil sebagai berikut:

Tahun PDB nominal PDB riil
2020 3.500 2.345
2021 3.451 2.131

Dari tabel di atas, deflator harga implisit ditahun 2020 itu adalah 149,3 = (3,500 / 2,345) x 100; sedangkan untuk 2021, nilainya adalah 161,9 = (3,451 / 3.451) x 100. Dari dua data deflator, tingkat inflasi di 2021 itu adalah 8,5% = {(161,9 / 149,3) -1} x 100%.


Menggunakan Indeks Harga Produsen (IHP)

Pengertian Dari Badan Pusat Statistik tentang Indeks Harga Produsen (IHP) merupakan angka indeks yang menggambarkan tentang tingkat perubahan harga ditingkat produsen. Pengguna data bisa memanfaatkan perkembangan harga produsen yakni sebagai indikator dini harga grosir ataupun juga harga eceran. Selain dari itu juga dapat dipakai juga untuk membantu penyusunan neraca ekonomi (PDB/PDRB), margin perdagangan, distribusi barang serta sebagainya.

Cara ini kemudian dilakukan dengan cara menghitung harga yang dibutuhkan produsen di dalam melakukan sebuah produksi. Misalnya ialah menghitung harga bahan-bahan baku yang akan dipakai serta juga harga upah para buruh.


Rumus IHP

Rumus IHP


Contoh Soal

Misalnya harga untuk tiap-tiap kategori (Barang komoditi, Produk Akhir dan juga barang intermediate) itu terlihat sebagai berikut :

Kategori Tahun Dasar 2020 Tahun Berjalan 2021
Komodi   100 200
Produk Akhir  150 300
Intermediate 250 400
Total 500 900

Jawaban :

Perhitungan IHP adalah ((200 + 300 + 400) / (100 + 150 + 250 )) X 100 = (900 / 500) X 100 = 180
Angka itu mengindikasikan pada terjadinya kenaikan harga rata-rata sebesar 80 % pada periode tersebut


Cara Mengatasi Inflasi

Inflasi adalah suatu kejadian alamiah yang pasti terjadi. Tidak ada satupun negara yang mampu untuk menghindari dari terjadinya inflasi. Dibawah ini merupakan cara untuk mengatasi inflasi sebagai berikut :

1. Menggunakan Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal merupakan langkah di dalam menangani masalah inflasi dengan cara mengatur pengeluaran serta juga penerimaan pemerintah. Caranya ialah dengan menghemat pengeluaran pemerintah, cara yang satu ini pun juga sudah terbukti dapat dan mampu mengatasi inflasi di suatu negara.

Baca lebih lengkap Tentang : Pengertian Kebijakan Fiskal, Jenis, Bentuk, Instrumen, Dampak dan Contohnya


2. Menggunakan Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter ini memiliki tujuan untuk menjaga kestabilan moneter, sehingga kesejahteraan masyarakat pun kemudian dapat ditingkatkan. Cara dari kebijakan moneter yang pertama ialah dengan cara membatasi jumlah uang yang beredar. Bank sentral kemudian harus mengambil keputusan serta juga menentukan ketersediaan uang kas pada bank-bank lain.

Cara lainnya ialah dengan cara menaikkan nilai bunga, sehingga akan banyak orang yang berminat kembali untuk menabung. Cara selanjutnya ialah dengan cara menggunakan kebijakan operasi pasar terbuka yang artinya ialah dengan menjual surat-surat berharga guna mengurangi jumlah uang yang beredar.

Baca lebih lengkap tentang : Pengertian Kebijakan Moneter, Peran, Fungsi, Instrumen, Tujuan, Jenis dan Contoh


Demikianlah penjelasan mengenain Pengertian Inflasi, Menghitung, Mengatasi, Dampak dan Penyebab, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Pengertian Pendapatan Nasional
Baca Juga  √ Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)
Baca Juga  √ Pengertian Narasi