√ Ekspansi Bisnis Adalah

Diposting pada

Pengertian Ekspansi Bisnis

Pengertian Ekspansi Bisnis Adalah

Ekspansi bisnis (business expansion) ini merupakan usaha perusahaan di dalam menumbuhkan ukuran bisnisnya. Hal ini memiliki untuk meningkatkan skala operasi. Sehingga, perusahaan tersebut bisa atau dapat menghasilkan lebih banyak uang di dalam pemegang saham perusahaan.

Ekspansi tersebut dapat atau bisa dengan melalui pertumbuhan internal seperti:

  1. Membangun fasilitas produksi baru
  2. Membidik pasar baru
  3. Mengembangkan produk baru
  4. Mendirikan anak perusahaan

Alternatifnya, bisa dengan melalui pertumbuhan eksternal, seperti:

  1. Mengakuisisi perusahaan lain
  2. Merger dengan perusahaan lain
  3. Membentuk usaha patungan
  4. Membangun aliansi strategis

Ekspansi menjadi jalan di dalam menumbuhkan bisnis serta juga menghasilkan lebih banyak uang untuk pemegang saham perusahaan. Beberapa alasan menjelaskan tentang ekspansi penting bagi perusahaan, termasuk:

  1. Menghasilkan lebih banyak uang yakni dengan menjual lebih banyak produk ke lebih banyak pelanggan
  2. Meningkatkan daya saing yakni dengan membangun sumber daya lebih besar
  3. Mendominasi pasar dengan menguasai pangsa pasar lebih tinggi
  4. Meningkatkan daya tawar terhadap adanya pemangku kepentingan, termasuk daya tawar yakni dengan pemasok, pelanggan, distributor serta juga pemasok
  5. Meraih kepemimpinan pasar guna lebih mempengaruhi harga pasar
  6. Meningkatkan skala ekonomi serta bisa atau dapat menyebarkan biaya ke lebih banyak output, menurunkan biaya unit
  7. Meningkatkan nilai pemegang saham seiring dengan ekspektasi positif terhadap pertumbuhan serta keuntungan perusahaan

Nilai pemegang saham tersebut meningkat seiring dengan peningkatan laba. Pemegang saham ini berpotensi untuk mendapatkan dividen yang lebih tinggi, yang mana diambil sebagian dari laba bersih. Selain dari itu, mereka juga mengharapkan harga saham suatu perusahaan untuk naik, meningkatkan potensi keuntungan modal.

Baca Juga Tentang : Pengertian Saham, Jenis, Hak, Manfaat, Risiko dan Faktor


Pengertian Ekspansi Bisnis Menurut Para Ahli

Untuk dapat mengerti lebih dalam lagi mengenai Ekspansi Bisnis ini maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli dibawah ini :

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


Bambang Riyanto

Bambang Riyanto


Alex S. Nitisemito

Alex S. Nitisemito


Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti

Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti


Indikator Mengukur pertumbuhan bisnis

Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa sebuah perusahaan tumbuh?

Seperti yang udah diuraikan diatas, menumbuhkan bisnis ini merupakan tentang meningkatkan skala operasi. Untuk mengukur apakah perusahaan tersebut tumbuh atau tidak, anda bisa menggunakan indikator berikut:

  1. Aset – perusahaan mempunyai lebih banyak sumber daya (aset) baik dengan melalui pertumbuhan internal ataupun eksternal.
  2. Jumlah karyawan – perusahaan kemudian memerlukan lebih banyak karyawan di dalam mengoperasikan segala macam pekerjaan di dalam bisnis.
  3. Total output – perusahaan kemudian menghasilkan lebih banyak produk disebabkan karna meningkatkan kapasitas produksi.
  4. Jumlah pelanggan – perusahaan kemudian menjual output yang lebih tinggi ke lebih banyak pelanggan, baik itu di pasar domestik ataupun luar negeri.
  5. Pendapatan – dengan menjual lebih banyak produk, perusahaan kemudian menghasilkan lebih banyak pendapatan
  6. Laba – peningkatan pendapatan tersebut seharusnya ditopang dengan peningkatan laba dengan melalui sejumlah penghematan biaya serta skala ekonomi
  7. Kapitalisasi pasar – investor pasar saham tentu menyukai pertumbuhan serta profitabilitas, mengekspektasikan harga saham untuk naik.

Jenis ekspansi bisnis

Secara umum, kita bisa membagi strategi ekspansi bisnis tersebut menjadi dua kategori. Dengan berdasarkan bagaimana pertumbuhan itu dijalankan, apakah dengan cara mengembangkan sumber daya internal maupun dengan menggabungkan sumber daya eksternal.

Pertumbuhan internal – perusahaan itu kemudian mengandalkan sumber daya serta kemampuan internal di dalam  meningkatkan ukuran bisnis.
Pertumbuhan eksternal – perusahaan kemudian menggabungkan sumber daya serta kapabilitas internal dan juga eksternal.

Dua strategi pertumbuhan tersebut tidak semuanya cocok untuk tiap-tiap perusahaan. Masing masing tentu memiliki kelebihan serta kekurangan. Misalnya, pertumbuhan internal ini mungkin merupakan salah satu opsi yang rasional bagi perusahaan kecil, yang mana mereka mempunyai sumber daya lebih terbatas.


Pertumbuhan Internal

Kita menyebut strategi ini sebagai pertumbuhan organik. Perusahaan tersebut menumbuhkan sumber daya serta juga kemampuan yang sudah ada. Itu mungkin dengan melalui:

  1. Meningkatkan kapasitas produksi dengan membeli mesin baru atau pun membangun pabrik baru.
  2. Membuka gerai atau juga kantor cabang baru guna menjangkau konsumen secara lebih luas.
  3. Meningkatkan belanja iklan di dalam meningkatkan penjualan dengan membujuk konsumen untuk membeli.
  4. Menawarkan varian baru dari produk yang telah ada ke pasar yang sudah ada.
  5. Memperluas segmen pasar, misalnya ialah dengan menjangkau segmen lain berhubungan dengan segmen saat ini.
  6. Memperluas ke pasar baru, misalnya ialah dengan menjual produk ke luar negeri.

Pertumbuhan Eksternal

Pertumbuhan eksternal ini melibatkan pihak eksternal guna tumbuh. Hal ini dengan mengkombinasikan sumber daya serta kapabilitas dari perusahaan lain. Kita juga menyebutnya yakni sebagai pertumbuhan anorganik.

Itu dapat dijalankan melalui:

  1. Merger
    Merger ini mengkonsolidasikan 2 perusahaan menjadi entitas tunggal yang lebih besar. Paska merger, hanya ada satu perusahaan yang bertahan.
  2. Akuisisi
    Akuisisi ini melibatkan pengambilalihan serta juga kontrol terhadap perusahaan lain. Paska akuisisi, perusahaan target kemudian menjadi anak perusahaan dari pengakuisisi serta juga masing-masingnya itu masih beroperasi dengan secara independen.
    Akuisisi ini bisa atau dapat berjalan dengan secara bersahabat atau tidak bersahabat. Akuisisi bersahabat ini ialah pada saat manajemen perusahaan target setuju untuk diambil alih. Sebaliknya, apabila mereka tidak setuju, hal tersebut kita sebut akuisisi tidak bersahabat.
  3. Usaha patungan
    Usaha patungan ini merupakan dua perusahaan sepakat untuk kemudian bekerja sama di dalam membangun bisnis baru. Strategi tersebut memberikan perusahaan peluang di dalam mengkombinasikan kapasitas, keahlian, teknologi serta juga sumber daya yang saling melengkapi. Perusahaan saling berbagi risiko dengan mitra bisnis.
  4. Aliansi strategis
    Aliansi strategis ini kemudian melibatkan kesepakatan antara dua bahkan lebih perusahaan untuk berbagi sumber daya di dalam melaksanakan proyek tertentu. Masing-masingnya itu tetap independen satu sama lain.

Keuntungan dan Kerugian Strategi Ekspansi Bisnis

Keuntungan dan kerugian pertumbuhan internal

Pertumbuhan internal ini kemudian menawarkan sejumlah keunggulan. keunggulan seperti  :

1. Risiko kegagalan relatif rendah dibandingkan pada saat perusahaan mengakuisisi atau merger dengan perusahaan lain. Merger atau akuisisi ini mempunyai resiko kegagalan lebih tinggi disebabkan karna harus mensinergikan sumber daya serta kemampuan yang berbeda di dalam menghasilkan nilai. Dan, itu seringkali sulit untuk dilakukan.

Baca Juga Tentang : Pengertian Kerjasama, Tujuan, Manfaat, Bentuk, Jenis dan Contoh


2. Perusahaan mempunyai kendali penuh atas operasi disebabkan karna campur tangan pihak luar yang lebih sedikit. Perusahaan tersebut bisa atau dapat mengembangkan ide-ide baru dengan memberdayakan karyawan saat ini.

3. Karyawan ini lebih termotivasi. Manajemen ini melibatkan mereka guna menumbuhkan bisnis. Mereka merasa terlibat serta juga berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.


Namun, pertumbuhan internal ini juga mengandung sejumlah kelemahan. kelemahannya diantaranya :

  1. Strategi ini lebih lambat di dalam menumbuhkan bisnis. Perusahaan tersebut harus mengandalkan sumber daya yang sudah ada, yang mana lebih terbatas.
  2. Kapasitas internal ini lebih terbatas. Kurangnya ide inovatif serta juga masalah likuiditas seringkali memunculkan masalah pada saat perusahaan tumbuh secara organik.
  3. Pertumbuhan internal sia-sia. Disebebakan karna lebih lambat, hal itu akan sia-sia apabila pasar sudah mencapai fase matang yangmana pertumbuhan akan mulai menurun.

Keuntungan dan kerugian pertumbuhan eksternal

Pertumbuhan anorganik ini mempunyai sejumlah kelebihan dibandingkan dengan pertumbuhan organik. Dibawah ini merupakan beberapa diantaranya:

  1. Pertumbuhan lebih cepat. Di dalam merger serta akuisisi, perusahaan menggabungkan 2 fasilitas produksi berbeda di dalam meningkatkan skala ekonomi serta juga kapasitas operasi secara lebih cepat. Begitu juga, perusahaan tersebut juga menambahkan pelanggan serta pasar target.
  2. Intensitas persaingan menurun. Jumlah pemain berkurang paska merger. Begitu juga, pada saat mengakuisisi, perusahaan mengontrol pesaing di bawah kendalinya.
  3. Daya tawar perusahaan tersebut menjadi lebih signifikan. Perusahaan tersebut mempunyai kekuatan pasar yang lebih besar. Hal ini membuatnya untuk mempunyai posisi tawar yang lebih baik yakni dengan pemasok serta pelanggan.
  4. Keuntungan lebih tinggi. Perusahaan tersebut bisa atau dapat menangkap nilai di dalam rantai pasokan dengan mengakuisisi pemasok atau juga distributor. Mereka bisa atau dapat memperoleh margin keuntungan yang sebelumnya dinikmati oleh pemasok atau pun distributor. Mereka juga mempunyai kontrol terhadap input atau juga produk, terutama dari sisi harga, kualitas serta juga waktu pengiriman.

Tapi, pertumbuhan internal juga tentu memiliki sejumlah kelemahan. Kelemahan ini diantaranya :

  1. Pengawasan pemerintah ini lebih ketat. Disebabkan karna persaingan menurun serta kekuatan pasar perusahaan lebih tinggi, Hal ini seringkali memunculkan perilaku anti-persaingan. Hal tersebut seringkali merugikan konsumen. Sehingga, pemerintah itu akan mencegahnya.
  2. Konflik budaya serta masalah manajerial seringkali muncul. Dua perusahaan seringkali mempunyai budaya serta sumber daya yang berbeda. Oleh sebab itu, perusahaan tersebut lebih sulit untuk dikontrol.
  3. Mensinergikan sumber daya serta juga kapabilitas gagal. Idealnya, perusahaan bisa atau dapat menciptakan nilai dengan mengakuisisi atau juga merger dengan perusahaan lain. Tapi, itu merupakan tugas yang sulit. Serta juga seringkali, perusahaan tersebut mengeluarkan biaya yang lebih besar daripada manfaat yang diperoleh.
  4. Moral karyawan menurun. Merger ini seringkali diikuti dengan perampingan pekerjaan berlebih. Pekerja ini mungkin kehilangan keamanan kerja disebabkan karna rasionalisasi, membuat mereka menjadi kurang termotivasi.
  5. Perusahaan kehilangan fokus pada kompetensi inti. Operasi perusahaan tersebut menjadi lebih kompleks. Manajemen tentu harus fokus pada segala macam bisnis yang berbeda, yang seringkali hal ini tidak diikuti dengan pengalaman di dalam mengoperasikan mereka.
  6. Persepsi negatif konsumen muncul. Mereka ini mungkin mencurigai adanya suatu aktivitas tidak kompetitif serta bereaksi negatif.

Risiko ekspansi bisnis

Memang, ekspansi ini memiliki potensi untuk menghasilkan lebih banyak uang. Perusahaan bisa atau dapat memasarkan produknya ke lebih banyak pelanggan. Menjual ke lebih banyak orang memungkinkan suatu perusahaan di dalam meraih skala ekonomi yang lebih tinggi, memungkinkan biaya unit untuk turun. Akhirnya, itu mengarah pada keuntungan yang lebih tinggi.

Tapi, ekspansi ini juga memunculkan sejumlah risiko, termasuk diantaranya ialah :

  1. Kerugian finansial
  2. Manajemen yang tidak efektif
  3. Ketidakstabilan
  4. Keengganan untuk berubah
  5. Risiko politik

Tahapan dan Strategi Yang Perlu Dilakukan Untuk Melakukan Ekspansi Bisnis

Dibawah ini merupakan Tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan ekspansi bisnis, diantaranya :

1. Membuat Perencanaan yang Matang

Suatu bisnis dapat dinilai sudah siap untuk berkembang apabila mempunyai perencanaan yang baik, serta hal ini pun juga mendukung adanya proses ekspansi. Hal ini perlu untuk dijawab terlebih dahulu :

  1. Apa tujuan dari dilakukanya ekspansi bisnis ?
  2. Apa target dari dilakukanya ekspansi bisnis ?
  3. Bagaimana perkembangan bisnis lima tahun kedepan?
  4. Bagaimana penjualan perusahaan saat ini?

Kalau pertanyaan tersebut sudah terjawab, setidaknya kamu mendapatkan kesimpulan. Pertama, bisnis tersebut sudah siap di dalam melakukan ekspansi disebabkan karna alur penjualan sudah lancar serta sudah banyak mempunyai pelanggan tetap. Kedua, bisnis tersebut harus sudah mempunyai produk, brand, serta bisa diproduksi sendiri di dalam lima tahun kedepan.

Kemudian, pangsa pasar itu sudah mulai meluas serta juga sudah banyak permintaan, sehingga kemudian harus menghadirkan pasar baru supaya bisa menampung penjualan bisnis. Perlu karyawan baru supaya tiap-tiap bentuk kegiatan operasional bisa atau dapat dilakukan dengan secara berkesinambungan serta agar proses penjualan tersebut dapat atau bisa menjadi lebih efektif serta lebih cepat.

Baca Juga Tentang : Pengertian Perencanaan Bisnis, Cara Membuat, Jenis dan Manfaat


2. Tentukan Bagaimana Model Bisnis Nantinya

Pada saat melakukan kegiatan atau aktivitas ekspansi, maka model bisnis kamu saat ini tidak akan sama lagi dengan model bisnis yann nantinya. Di dalam penerapan panjangnya, kemudian diperlukan SOP atau juga standard operating procedures , serta apabila kamu ingin menambah karyawan, maka kegiatan atau aktivitas bisnis tersebut juga nantinya akan berubah secara perlahan.

Selain dari itu, cara penjualan kamu juga tentunya akan berubah seiring dengan berjalannya waktu. Untuk itu, sangat penting di dalam menentukan model bisnis guna membantu menentukan standar atau pun juga cara yang tepat yang bisa dipakai dalam aktivitas bisnis.

Lebih dari itu, apabila kamu sudah menentukan target pasar yang baru, serta sudah mempunyai banyak jenis produk baru yang sangat variatif, maka kamu kemudian juga harus menentukan cara apa yang harus kamu terapkan di dalam menyentuh target pasar yang lebih besar, memperoleh engagement, sampai pada melakukan tindakan penjualan di dalam pasar itu.


3. Persiapkan Modal Yang Diperlukan Selama Proses Ekspansi

Modal Usaha pastinya akan dibutuhkan di dalam melakukan kegiatan atau aktifitas ekspansi. Modal itu dibutuhkan di dalam menyewa atau juga membuat gedung baru, membeli toko online, menggaji karyawan, membangun toko fisik, sampai membangun pabrik produksi maupun gudang, hal itu pastinya akan menghabiskan modal yang besar.

Modal itu bisa saja kamu peroleh dari profit yang selama ini kamu dapatkan dari proses penjualan. Tapi, nantinya aliran dana kamu akan terganggu di dalam menjalankan kegiatan atau aktivitas bisnis saat ini sebelum melakukan kegiatan ekspansi. Belum lagi apabila dana untuk ekspansi itu baru bisa kamu cairkan bulan depan.

Di lain hal, kamu juga bisa atau dapat melakukan pinjaman modal. Mengajukan pinjaman modal usaha ini tidak selamanya mengindikasikan bahwa bisnis kamu tidak sehat atau juga tidak mampu melakukan ekspansi. Terkadang, mengajukan pinjaman modal usaha dibutuhkan oleh pebisnis di dalam mengatur aliran arus kas keuangan perusahaan.


4. Promosi secara aktif

Bisa saja dengan dilakukannya ekspansi bisnis ini, produk yang dikeluarkan itu dapat sama baiknya atau juga justru lebih baik. Tetapi, tidak akan ada yang mengetahui hal itu apabila kamu tidak menunjukkannya kepada konsumen. kamu harus menjelaskan tentang produk itu menjadi yang terbaik, dan juga ajaklah konsumen untuk mau menggunakannya. Hal tersebut dapat atau bisa diwujudkan dengan melakukan promosi. Promosi ini dipercaya bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk atau pun bahkan perusahaan kamu secara keseluruhan. Tidak masalah apabila kamu telah mulai melakukan promosi sebelum bisnis baru kamu benar-benar terbentuk secara fisik. Lakukan promosi sekecil apapun secara aktif serta juga terus-menerus supaya konsumen mengenal kamu sedari awal sehingga konsumen serta akan lebih nyaman bertransaksi. kamu dapat atau bisa membagikan bocoran-bocoran dengan secara berkala tentang promosi apa saja yang nantinya akan diadakan.


5. Membuka Cabang Baru

Poin inilah yang paling banyak diketahui orang saat mendengar kata ekspansi perusahaan. Memang hal ini benar adanya, tetapi ingat, ekspansi perusahaan tersebut tidak melulu soal membuka cabang baru saja, melainkan juga didukung oleh karna beberapa poin di atas serta di bawah ini.

kamu bisa membuka cabang di sekitar cabang yang sebelumnya serta juga bisa membuka cabang di tempat yang jauh dari cabang sebelumnya. Keduanya ini sama-sama mempunyai tujuan serta bisa kamu sesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Cabang baru yang dekat dengan cabang lama biasa dibuka apabila cabang yang sudah lama tadi kurang bisa melayani pelanggan disebabkan karna terlalu banyak pelanggannya. Dibandigkan harus kehilangan pelanggan karena tempat yang ramai serta juga mungkin ruang yang sempit, perusahaan kemudian akan melakukan ekspansi dengan cara membuka cabang yang baru yang dekat dengan cabang lama.


6. Mengaplikasikan Sistem Penjualan Baru

Di era serba digital seperti sekarang ini terdapat beragam pilihan penjualan selain hanya mengandalkan toko fisik. Orang orang beramai ramai merubah metode konsumsinya dengan cara berbelanja dengan melalui toko-toko online. Kegiatan atau aktivitas membeli online ini lebih sederhana. Dengan hanya bermodalkan paket internet, konsumen bisa berseluncur dari satu toko ke toko lainnya untuk bisa mendapatkan produk serta juga layanan yang diinginkan. Selain dari itu, harga yang ditawarkan pun juga bervariasi, bahkan juga lebih murah. Tidak mengherankan apabila sebagian besar konsumen akan lebih memilih berbelanja secara online. Untuk memperluas bisnis dan supaya tidak semakin tertinggal , aplikasikan sistem penjualan baru produk serta layanan kamu di internet jgua. Bisa dengan memanfaatkan media sosial atau pun juga membuka toko online di segala macam market place yang tersedia.


7. Menambahkan Produk dan Layanan Terbaru

Bisnis kamu mungkin sudah mempunyai produk serta layanan andalan yang memiliki konsumen dengan jumlah yang signifikan. Tetapi tidak ada salahnya juga apabila kamu menambahkan produk serta layanan baru yang berbeda dari sebelumnya. Ini merupakan salah satu cara yang bisa ditempuh untuk ekspansi bisnis. Tentu hal ini juga bisa kamu lakukan tanpa harus meninggalkan bisnis yang sudah ada sebelumnya.

Namun tetapi, di dalam mewujudkan hal ini tidaklah sederhana. Hal ini tentu membutuhkan analisis serta riset pasar secara menyeluruh di dalam mengetahui produk serta layanan seperti apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen. Dan apabila ini memang hal baru bagi bisnis kamu, maka buatlah perhitungan serta juga strategi di dalam mengetahui apakah bisnis kamu mampu untuk memasarkannya serta juga akhirnya mendapat keuntungan.


8. Mengadakan Target Pasar Baru

Strategi ekspansi inipun  juga bisa dilakukan serta justru cukup efektif. Arti dari mengadakan target pasar baru ini ialah membuat produk atau jasa lain yang sekiranya juga dibutuhkan oleh pelanggan. Dengan cara memanfaatkan brand yang bagus dari produk sebelumnya, produk yang baru tersebut pasti tak akan sulit untuk dapat menarik daya beli pelanggan.

Inilah mengapa pada realitanya terdapat pabrik pasta gigi yang kemudian memproduksi juga alat sikat gigi, perusahaan alat tulis pensil setelah itu juga memproduksi bolpoin, serta juga masih banyak lagi contohnya.


9. Melakukan Aliansi ( Merger atau Akuisisi)

Perusahaan saingan ternyata bisa kamu ajak untuk bekerja sama ataupun juga beraliansi. Tak sembarang perusahaan yang bisa kamu ajak bekerja sama, melainkan hanya perusahaan yang mempunyai produk atau jasa yang berhubungan atau serupa.

Secara tidak langsung, dengan melakukan aliansi dengan perusahaan lain, maka perusahaan kamu sudah melakukan ekspansi. Sebuah ekspansi perusahaan tersebut memang harus disertai dengan cara melalui strategi untuk memaksimalkan hasilnya serta juga bersifat totalitas.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Ekspansi Bisnis, Jenis, Strategi dan Indikator, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Pengertian Interaksi Manusia Komputer
Baca Juga  √ Pluralisme Adalah
Baca Juga  √ Pengertian Penelitian