√ Analisis DuPont: Formula, Perhitungan, Dekomposisi, Pro, Kontra

Diposting pada

Analisis DuPont

Analisis DuPont

Apa itu: Analisis DuPont (DuPont analysis) ini merupakan suatu pendekatan untuk menguraikan rasio pengembalian ekuitas (return on equity atau ROE) tersebut menjadi sejumlah rasio spesifik. Hal itu membantu kita di dalam mengetahui alasan mengapa ROE sebuah perusahan lebih superior (inferior) dibandingkan pesaing. Apabila kita membandingkan komponennya dari tahun ke tahun, kita juga akan tahu mengapa rasio pengembalian ekuitas naik atau turun.


Mengapa analisis DuPont penting?

Mengurai ROE ke dalam rasio yang lebih spesifik berguna disebabkan karna beberapa alasan. Pertama, itu memfasilitasi evaluasi yang berarti dengan memecah ROE tersebut menjadi beberapa metrik keuangan di dalam mengukur kinerja perusahaan.

Kedua, itu membantu di dalam menentukan alasan mengapa ROE perusahaan berubah dari waktu ke waktu. Dan juga, pada saat kita membandingkannya dengan pesaing, kita akan memahami alasan mengapa perusahaan lebih unggul di dalam memberikan pengembalian ke pemegang saham mereka dibandingkan dengan peers.

Ketiga, analisis membantu manajemen untuk lebih fokus di dalam mengelola operasi serta juga keuangan perusahaaan. Mereka tahu apa yang seharusnya mereka lakukan untuk meningkatkan ROE serta juga memberikan pengembalian yang tinggi ke pemegang saham.


Cara Analisis DuPont

Analisis DuPont tersebut memecah ROE itu menjadi beberapa metrik keuangan. Terdapat tiga pendekatan dalam analisis, yakni:

  1. Dekomposisi dua tahap DuPont (two-step DuPont decomposition)
  2. Dekomposisi tiga tahap DuPont (three-step DuPont decomposition)
  3. Dekomposisi lima tahap DuPont (five-step DuPont decomposition)

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita bahas secara singkat ROE. Itu metrik di dalam mengukur tingkat pengembalian kepada pemegang saham, didasarkan pada laba bersih yang didapatkan. Untuk bisa mendapatkannya, kita tentu membagi laba bersih dengan total ekuitas pemegang saham. Dibawah ini merupakan rumus ROE:

ROE = Laba bersih/Total ekuitas

ROE ini mengukur seberapa baik perusahaan di dalam menggunakan modal ekuitas untuk menghasilkan keuntungan. Itu adalah faktor di dalam memvaluasi harga saham perusahaan.

Selain dari itu, analis tersebut juga menggunakannya di dalam mengukur seberapa sukses perusahaan kinerja serta juga eksekutif guna mengelola bisnis. Biasanya, kompensasi mereka terkait dengan kinerja ROE. Karena alasan tersebut, eksekutif akan berusaha di dalam menghindari penurunan tajam ROE.

Dupont-model


1. Dekomposisi DuPont dua tahap

Di bawah dekomposisi dua tahap, ROE ini merupakan fungsi pengembalian atas aset (return on assets atau ROA) serta juga tingkat leverage perusahaan. Dibawah ini adalah rumusnya:

ROE = ROA x Rasio leverage keuangan

Di mana:

ROA = Laba bersih/Total aset
Rasio leverage keuangan = Total aset/Total ekuitas

Rumus di atas menunjukkan bahwa terdapat dua cara untuk meningkatkan ROE.

  1. Perusahaan bisa melakukannya dengan cara meningkatkan return on assets (ROA).
  2. Perusahaan menggunakan leverage (utang) lebih banyak guna membiayai operasinya.

ROA tersebut memberikan gambaran tentang seberapa efisien perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan memakai asetnya. Semakin tinggi ROA, semakin baik perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan.

Rasio leverage keuangan mengukur solvabilitas serta juga memberitahu kita seberapa besar perusahaan menggunakan utang di dalam membiayai operasionalnya. Semakin tinggi rasio, semakin besar utang.

Secara umum, modal perusahaan tersebut berasal dari ekuitas serta utang. Ekuitas berimplikasi pada kepemilikan saham di perusahaan sedangkan utang berimplikasi pada arus kas keluar rutin di dalam membayar bunga.

Pada saat perusahaan mempunyai utang yang tinggi di dalam struktur modalnya (leverage keuangan tinggi), itu mengarah pada pengembalian ekuitas yang lebih tinggi. Utang yang lebih tinggi menyebabkan perusahaan tersebut harus membayar bunga yang lebih tinggi. Serta, beban bunga ialah pengurang pajak.

Tapi, harap juga untuk ingat, implikasi terhadap ROE ini berlaku hanya apabila biaya pinjaman lebih rendah dari pada pengembalian marjinal. Serta, apabila biaya pinjaman perusahaan itu melebihi pengembalian marjinalnya, mengambil lebih banyak utang akan menekan ROA serta juga ROE.


2. Dekomposisi DuPont tiga tahap

Di bawah pendekatan ini, disini akan menguraikan ROE tersebut menjadi tiga rasio keuangan sebagai berikut:

ROE = Margin laba bersih x Rasio perputaran aset x Rasio leverage keuangan

Di mana:

Margin laba bersih = Laba bersih/Pendapatan
Rasio perputaran aset = Pendapatan/Total aset
Rasio leverage keuangan = Total aset/Total ekuitas

Margin laba bersih ini adalah sebuah metrik di dalam mengukur profitabilitas. Itu memberitahu kita seberapa baik perusahaan mengkonversi pendapatan itu menjadi laba bersih.

Untuk menghitung laba bersih, kita memasukkan seluruh pendapatan serta beban, termasuk:

  1. Harga pokok penjualan
  2. Beban penjualan
  3. Beban umum dan administrasi
  4. Beban depresiasi
  5. Beban (pendapatan) non-operasional bersih seperti bunga, pajak, dan kerugian (keuntungan) translasi nilai tukar

Pada saat margin laba bersih meningkat, itu meningkatkan ROE. Di dalam hal ini, perusahaan membawa lebih banyak keuntungan dari tiap-tiap penjualan.

Rasio perputaran aset tersebut mengukur seberapa efisien perusahaan di dalam mengelola asetnya. Secara spesifik, itu memberitahu kita berapa banyak pendapatan yang perusahaan hasilkan memakai asetnya.

Pada saat rasio perputaran aset meningkat, itu menunjukkan perusahaan tersebut berhasil membukukan lebih banyak penjualan menggunakan asetnya. Sehingga, itu akan menghasilkan ROE yang lebih tinggi.


3. Dekomposisi DuPont lima tahap

Di bawah dekomposisi ini, ROE ini ialah fungsi dari lima indikator berikut:

ROE = Tax burden x Interest burden x EBIT margin x Perputaran aset x Rasio leverage keuangan

Di mana:

Tax burden = Laba bersih/EBT
Interest burden = EBT/EBIT
EBIT margin = EBIT/Pendapatan
Perputaran aset = Pendapatan/Total aset
Rasio leverage keuangan = Total aset/Total ekuitas

EBT ini merupakan singkatan dari laba sebelum pajak (earning before tax). Kita juga sering menyebutnya dengan pretax income atau pretax profit. Kita bisa menemukannya di laporan laba rugi, tepat di atas akun beban pajak.

Sementara itu, EBIT ini merupakan singkatan dari laba sebelum bunga serta pajak (earning before interest and tax). Itu biasanya tidak ada di laporan laba rugi serta juga kita harus menghitungnya secara manual.

Terdapat bisa memakai dua pendekatan di dalam menghitung EBIT. Pertama, kita dapat memulainya dari pendapatan. Di dalam hal ini, rumusnya ialah :

EBIT = Pendapatan – Harga pokok penjualan – Beban penjualan, umum, dan administrasi + Pendapatan (beban) non-bunga lainnya

Beberapa orang mengecualikan pendapatan (beban) non-bunga lainnya di dalam menghitung EBIT. Jadi, dalam hal ini, EBIT tersebut akan sama dengan laba operasional, yakni selisih antara pendapatan operasional dengan beban operasional. Beban operasional tersebut terdiri dari harga pokok penjualan serta juga beban penjualan, umum, dan administrasi.

Kedua, kita bisa menghitung EBIT dari laba bersih serta juga menambahkan kembali bunga dan pajak. Rumusnya ini ialah sebagai berikut:

EBIT = Laba bersih + Bunga + Pajak

Baiklah, mari kita bahas item-item di bawah dekomposisi DuPont lima tahap.

Tax burden tersebut mengukur efek pajak terhadap keuntungan perusahaan. Itu memberitahu kita sisa laba setelah perusahaan membayar pajak serta juga secara efektif sama dengan 1 minus rata-rata tarif pajak. Jadi, itu sama dengan 1 jika pajak ialah nol.

Tax burden yang tinggi meningkatkan laba bersih disebabkan karna rata-rata tarif pajak menurun, sehingga berkontribusi terhadap ROE yang lebih tinggi. Penurunan tarif pajak mungkin terjadi disebabkan karna perusahaan menghasilkan lebih banyak pendapatan di yurisdiksi pajak yang lebih rendah. Atau, itu karena kebijakan legislasi baru dari pemerintah.

Sementara itu, pada saat rasio tax burden menurun, tarif pajak rata-rata meningkat. Hal itu menurunkan laba bersih serta mengurang ROE.

Interest burden memberi tahu kita pengaruh beban bunga terhadap ROE. Beban bunga yang tinggi mengurangi laba bersih, rasio interest burden turun serta juga menurunkan ROE. Interest burden akan sama dengan 1 jika perusahaan tidak memiliki utang.

Margin EBIT ini merupakan metrik di dalam mengukur profitabilitas operasi perusahaan. Margin EBIT yang lebih tinggi berarti kemampuan yang lebih baik di dalam mengkonversi pendapatan menjadi laba, setelah mengcover semua beban non bunga serta pajak. Itu meningkatkan ROE perusahaan.

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, kita mungkin lebih suka memakai angka operasional serta juga mengeluarkan komponen non-operasional. Itu lebih bermakna di dalam menunjukkan ke kita seberapa menguntungkan operasional perusahaan. Di dalam hal ini, margin EBIT tersebut akan sama dengan margin laba operasi.

Komponen non-operasional tidak stabil serta juga berubah dari tahun ke tahun disebabkan karna mereka bukan berasal dari bisnis inti perusahaan. Selain dari itu, nilainya biasanya kurang signifikan.


Keuntungan dan Kerugian Metode Analisis DuPont

Dibawah ini adalah keuntungan dan kerugian dalam menggunakan metode analsis dupont, penjelasannya sebagai berikut :

Keuntungan memakai metode analisis DuPont

Terdapat beberapa alasan di dalam memakai analisis DuPont.

Pertama, bagi manajemen, itu berguna untuk memfokuskan perbaikan ROE. Analisis DuPont ini menggambarkan secara rinci mengenai alasan mengapa ROE berubah.

Analisis itu memecahnya menjadi rasio keuangan yang lebih spesifik. Sehingga, manajemen tersebut mempunyai wawasan yang lebih dalam mengenai apa yang harus mereka lakukan, apakah harus meningkatkan margin keuntungan, memperbaiki pemanfaatan aset, atau pun juga menambah leverage keuangan.

Kedua, dekomposisi membantu menjawab mengapa sebuah perusahaan mempunyai pengembalian superior dibandingkan dengan pesaingnya. Kita menjadi tahu dari mana keunggulan perusahaan berasal dengan melalui komponen-komponennya.

Ketiga,analisis DuPont tersebut membantu untuk menilai apakah strategi manajemen untuk meningkatkan ROE tepat ataukah tidak. Analis tersebut biasanya mengapresiasi apabila manajemen merancang strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional atau juga pemanfaatan aset.

Sebaliknya, apabila manajemen hanya mencoba meningkatkan ROE dengan melalui peningkatan leverage keuangan, itu biasanya kurang dihargai. Peningkatan leverage ini hanya akan menghasilkan beban bunga yang lebih tinggi serta juga meningkatkan risiko keuangan, terutama apabila perusahaan sudah mempunyai utang yang cukup tinggi.

Kerugian memakai metode analisis DuPont

Pertama, tidak terdapat standar ideal untuk masing-masing komponen di dalam dekomposisi DuPont. Mereka beragam antar perusahaan, tergantung dari strategi bisnis manajemen.

Kemudian, mereka juga tergantung pada industri di mana perusahaan beroperasi. Mereka tentu akan bervariasi dari industri yang satu ke industri lainnya. Jadi, tidak relevan apabila kita memakai untuk membandingkan perusahaan dengan industri yang berbeda. Singkat cerita, analisis DuPont tersebut berguna pada saat kita membandingkan perusahaan dalam industri yang sama.

Kedua, angka keuangan seringkali rentan terhadap manipulasi. Manajemen berkepentingan di dalam mencatatkan ROE yang tinggi disebabkan karna berdampak pada kompensasi yang mereka peroleh.

Misalnya, mereka mungkin menyembunyikan ketidaksesuaian serta juga melakukan praktik manajemen laba (earning management). Salah satu caranya ialah dengan melalui earning smoothing, yang mana manajemen memanipulasi pengakuan pendapatan serta juga beban antar periode pelaporan. Itu bertujuan di dalam mengurangi fluktuasi laba bersih. Dengan begitu, mereka bisa mengamankan kompensasi dari waktu ke waktu.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Analisis DuPont, Formula, Perhitungan, Dekomposisi, Pro & Kontra, semoga bermanfaat untuk anda. Terima Kasih

Baca Juga  Pengertian Entity Relationship Diagram (ERD)
Baca Juga  √ Pengertian Peluang Usaha
Baca Juga  √ Kebutuhan dan Keinginan Adalah