Pengertian Unsur Intrinsik Dalam Karya Sastra

Posted on

Pengertian-Unsur-Intrinsik-adalah

Pengertian Unsur Intrinsik

Pendidikanku.orgUnsur Intrinsik adalah unsur yang ada di dalam dan menjadi bagian dari karya sastra, karya sastra ini ada banyak seperti cerpen, novel dan masih banyak lagi.

Sas adalah teks yang didalamnya terdapat industri, Tra artinya saran atau alat, keduanya itu bahasa sansekerta yang merupakan asal mula dari kata Sastra.

Panuti Sudjiman

Karya sastra tersebut disusun oleh adanya 2 unsur yang menyusunnya. Dua unsur yang dimaksud adalah unsur intrinsik dan juga unsur ekstrinsik.

Unsur intrinsik adalah suatu unsur yang menyusun suatu karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti ialah : Alur atau plot, Tema dan amanat, Latar, Tokoh dan Watak, Dan Sudut Pandang.

Sedangkan unsur ekstrinsik adalah suatu unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari luarnya menyangkut aspek sosiologi, psikologi, dan lain sebagainya.


Unsur Intrinsik dalam Karya Sastra

Unsur Intrinsik dalam karya sastra diantaranya sebagai berikut :

Alur / Plot

Alur disebut juga plot adalah rangkaian dari peristiwa atau kejadian dari awal sampai pada akhir, dan semuanya itu saling terhubung dan terkait dalam membangun kesatuan cerita yang utuh. Ada 3 jenis alur atau plot di dalam sebuah cerita, diantaranya :

Alur Maju

Alur Maju adalah alur cerita yang menerangkan peristiwa ataupun kejadi dari awal sampai akhir secara beruntun. Alur maju ini sering kalin berada di dalma karya seperti novel, cerita fiksi, cerita rakyat, cerita sejarah dan juga cerita fantasi.


Alur Mundur

Alur Mundur adalah alur cerita yang menerangkan kejadian atau peristiwa dari akhir cerita yang kemudian menjelaskan flashback atau kenangan masa lalu dari tokoh. biasanya alur mundur ini dipakai di dalam cerita yang berkaitan dengan ingatan masa lampau atau masa lalu.


Alur Campur

Alur Campuran ini adalah alur cerita yang mengadopsi alur cerita maju dan mundur dalam rangkaian peristiwa atau kejadiannya. Umumnya alur cerita campur ini dipakai untuk karya yang kompleks yang di dalam ceritanya itu ada unsur perjalanan waktu dan mengingat masa lalu sampai ke masa sekarang.


Runtutan Peristiwa atau kejadian di dalam sebuah cerita umumnya berstruktur sebagai berikut :

  1. Tahap awal : Tahap pengenalan dari tokoh dan kontekstul dari cerita
  2. Tahap konflik Muncul : Asal munculnya konfilik
  3. Tahap Klimaks : Pertentangan dan konflik permasalahan sudah ada dipuncaknya.
  4. Tahap anti-klimaks : Permasalahan sudah mulai reda dan bisa diatasi tokoh utama
  5. Tahap Penyelesaian : Permasalahan sudah selesai.

Tema dan Amanat

Tema adalah pokok pikiran atau masalah dalam karaya sastra, di dalam karya sastra umumnya ada 2 tema yaitu mayor dan minor. Tema yang menonjol dikenal dengan Tema Mayor, tema mayor ini yang mempunyai pengaruh besar terhadap alur cerita dan penokohan.

Tema yang tidak menojol disebut tema minor, tema ini tidak berpengaruh besar tetapi mempunyai dampak pada cerita.

Amanat adalah pesan yang tersirat dan ingin disampaikan agar lebih bermakna, amanat ini dikenal dengan makna dalam cerita, biasanya cerita rakyat atau cerita anak mempunyai amanat yang ingin disampaikan oleh si penulis.


Latar

Latar (setting) adalah keadaan atau situasi yang memiliki pengaruh terhadap tokoh di dalam sebuah cerita, umumnya latar ini terbentuk dari latar tempat dan waktu.

  • Latar Tempat adalah lokasi dari cerita itu terjadi, bisa di negara, desa, kapal laut, pesawat dan lain sebagainya.
  • Latar waktu adalah tentang kapan cerita itu terjadi, mulai dari runtutan waktu, periode, indikator waktu dan lain sebagainya.

Selain dari itu, ada juga yang dikenal dengan istilah latar cerita (Kontekstulisasi) terhadap cerita serta fenomena yang akan terjadi.

Biasanya, pada bagian latar ini dimasukkan di dalam prolog dan berupaya untuk memberikan penjelasan dan pemahaman, karena ap fenomena itu terjadi pada cerita tersebut.


Tokoh dan Watak

Tokoh adalah karakter atau pemeran yang ada di dalam cerita. Jika dilihat dari segi kepentingannya, ada 2 jenis tokoh diantaranya :

  1. Tokoh utama
  2. Tokoh pembantu

Tokoh utama merupakan pemeran yang dominan dan menjadi yang utama di dalam cerita tersebut, sedangkan untuk tokoh pembantu adalah pemeran yang membantu tokoh utama di dalam cerita.


Dan jika dilihat dari segi peran di dalam cerita, ada 3 tokoh diantaranya :

  1. Tokoh Protagonis (Dikenal sebagai tokoh yang baik)
  2. Tokoh Antagonis (Tokoh yang jahat)
  3. Tokoh Tritagonis (Penengah atau mediator)

Hal supaya para pembaca dapat bersimpati pada tokoh yang ada di dalam cerita, tentu membuat penulis harus memberitahu bahwa ada karakteristik dari para tokoh, dalam hal ini dikenal dengan istilah watak. Watak di dalam penokohan adalah cara yang dilakukan penulis untuk mendeskripsikan tokoh di dalam cerita.


Sudut Pandang

Sudut Pandang adalah posisi atau kedudukan dari seorang penulis di dalam menceritakan karya sastra. Di dalam cerita sendiri ada dua sudut pandang, diantaranya :

  1. Sudut padang orang pertama yang biasa dicirikan dengan kata aku.
  2. Dan sudut pandang orang ketiga, yakni pencerita yang tidak terlibat di dalam karya sastra.

Nah itulah Unsur Intrinsik Di Dalam Karya Sastra, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Pengertian Spermatogenesis Dan Oogenesis
Baca Juga  √ Pengertian Media Guided dan UnGuided
Baca Juga  √ Pengertian Definisi Operasional

Leave a Reply

Your email address will not be published.