√ Konsep Dasar Sistem Informasi Adalah

Diposting pada

Pengertian Konsep Dasar Sistem Informasi

Pengertian Konsep Dasar Sistem

Suatu sistem merupakan jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berkaitan dan berhubungan, berkumpul secara bersama guna melaksanakan suatu kegiatan atau pun juga untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Menurut Moekijat dalam Prasojo (2011:152), “Sistem adalah setiap sesuatu terdiri dari obyek-obyek, atau unsur-unsur, atau komponen-komponen yang bertata kaitan dan bertata hubungan satu sama lain, sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu”.

Terdapat dua kelompok pendekatan didalam pendefinisian sistem, yaitu :
  1. Pendekatan yang menekankan pada prosedur, mendefinisikan sistem sebagai sebuah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berkaitan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan sebuah aktivitas atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
  2. Pendekatan yang menekan pada elemen atau komponen, mendefisinikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Karakteristik Sistem

Sistem ini kemudian mempunyai karakterisitik atau beberapa sifat tertentu, yakni memiliki komponen (components), lingkungan luar sistem (environments), batas sistem (boundary), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (proses), serta sasaran suatu tujuan (goal).
Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Konsep Dasar Sistem dan Informasi

Menurut Mustakini (2009:54), suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu:
  1. Komponen Sistem merupakan suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang bekerja sama membentuk satu kesatuan.
  2. Batasan Sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
  3. Lingkungan Luar Sistem merupakan segala sesuatu yang berada di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
  4. Penghubung Sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
  5. Masukan Sistem merupakan nergi yang masuk dari lingkungan luar ke dalam sistem sehingga menyebabkan sistem bekerja.
  6. Keluaran Sistem merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.
  7. Pengolah Sistem merupakan sistem yang mempunyai bagian pengolah yang merubah masukan menjadi keluaran.
  8. Tujuan (Goal) Sistem merupakan suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

Klasifikasi Sistem

Menurut Jogiyanto (2005) Sistem dapat diklasifikasi dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut:

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem abstrak adalah sistem berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tanpak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akutansi, sistem produksi dan lain sebagainya.

2.Sistem Alamiah dan Sistem Buatan

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia merupakan sebuah sistem yang dirancang oleh manusia. misalnya sistem penggunaan komputer.

3. Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu

Sistem tertentu beroprasi dengan tingkah laku yang sudah dapat di prediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat deteksi dengan pasti. Misalnya sistem komputer. Sistem tak tentu adalah sistem kondisi masa depannya tidak dapat di prediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya sistem sosial dan sistem politik.

4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dengan pengaruh lingkungan luarnya.

Pelaku Sistem

Untuk pelaku sistem sendiri itu ada 7 diantaranya :

1. Pemakai

Pada dasarnya terdapat 3 jenis pemakai, diantaranya

  1. Operasional
  2. Pengawas dan
  3. Eksekutif.

2. Manajemen

Umumnya terdapat 3 jenis manajemen, diantaranya :

  1. Manajemen Pemakai
    yang bertugas untuk menangani pemakaian dimana sistem baru itu diterapkan,
  2. Manajemen Sistem
    Terlibat didalam pengembangan sistem itu sendiri dan
  3. Manajemen Umum
    Terlibat di dalam strategi perencanaan sistem serta juga sistem pendukung pengambilan keputusan.

Kelompok manajemen tersebut biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu serta juga uang, contohnya ;

“sistem itu harus mampu untuk melakukan fungsi x,y,z, selain dari itu juga harus dikembangkan dalam kurun waktu enam bulan dengan melibatkan programmer yang berasal dari departemen s, dengan cost atau biaya sebesar n”.


3. Pemeriksa

Ukuran dan juga kerumitan sistem yang dikerjakan dan juga bentuk alami organisasi sistem itu diimplementasikan tentu bisa menentukan kesimpulan perlu tidaknya suatu pemeriksa. Pemeriksa tersebut biasanya menentukan segala sesuatunya dengan berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan dibanyak perusahaan lainnya yang sejenis.


4. Penganalisa sistem

Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :

  1. Arkeolog
    merupakan yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama itu berjalan, bagaimana sistem itu dijalankan serta juga segala hal yang menyangkut sistem lama.
  2. Inovator
    merupakan yang membantu mengembangkan serta juga membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
  3. Mediator
    Merupakan yang menjalankan fungsi komunikasi dari seluruh level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa serta juga pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap serta juga cara pandang yang sama.
  4. Pimpinan proyek
    Penganalisa sistem haruslah personil yang juga lebih berpengalaman dari programmer atau pun desainer. Selain dari itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu di dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar apabila penanggung jawab pekerjaan tersebut menjadi porsi penganalisa sistem.

5. Pendesain sistem

Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem yang berupa suatu kebutuhan darii pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang setelah itu ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi serta bisa diformulasikan oleh programmer.


6. Programmer

Mengerjakan di dalam bentuk program dari hasil desain yang sudah dibuat terlebih dahulu dan diterima dari pendesain.


7. Personel pengoperasian

Bertugas serta juga bertanggungjawab pada pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat lunak, pencetakan, keamanan perangkat keras, serta juga backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan apabila sistem yang berjalan tidak besar serta juga tidak membutuhkan klasifikasi khusus di dalam menjalankan sistem.


Pengertian Konsep Dasar Informasi

Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, informasi adalah sesuatu yang mempunyai yang sangat penting didalam mendukung proses pengambilan suatu keputusan oleh pihak manajemen. Secara umum informasi tersebut dapat didefinisikan sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya.

Menurut Raymond Mcleod :

“ Informasi merupakan data yang telah atau sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima serta juga bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau pun untuk yang akan datang”

Secara umum informasi tersebut  dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data di dalam suatu bentuk yang lebih berguna serta juga lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang dipakai untuk pengambilan keputusan.

Sumber dari informasi adalah data. Data ini adalah suatu kenyataan yang menggambarkan mengenai kejadian-kejadian serta juga kesatuan nyata. Kejadian-kejadian tersebut ialah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi diantaranya seperti transaksi perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Kesatuan nyata ialah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda serta juga orang yang betul-betul ada serta terjadi.

Data sendiri adalah bentuk yang masih mentah, belum bisa menjelaskan banyak sehingga tentu perlu diolah lebih lanjut. Data diolah dengan melalui suatu metode untuk dapat menghasilkan informasi. Data tersebut dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, bentuk suara, angka, sinyal, gambar, dsb.


Fungsi Informasi

Adapun fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut :

  1. Untuk meningkatkan pengetahuan bagi si pemakai;
  2. Untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan pemakai;
  3. Menggambarkan keadaan atau situasi yang sebenarnya dari sesuatu hal.
  4. Informasi yang berkualitas harus akurat, tepat waktu, dan juga tentu relevan.

1. Akurat

Hal ini artinya informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan serta tidak bias atau menyesatkan. Akurat ini pun berarti informasi tersebut harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat sebab dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan akan terjadi gangguan yang bisa atau dapat merubah atau juga bahkan merusak informasi tersebut.


2.Tepat waktu

Hal ini artinya informasi yang datang pada penerima itu tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang dan lama itu tidak akan memiliki nilai lagi. Disebebkan karna informasi sendiri adalah suatu landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan itu terlambat, maka tentu bisa atau dapat berakibat fatal bagi organisasi. Saat ini mahalnya nilai informasi itu disebabkan oleh harus cepatnya informasi tersebut didapat sehingga diperlukan teknologi-teknologi terbaru guna mendapatkan, mengolah serta juga mengirimkannya.


3. Relevan

Hal ini artinya informasi ini mempunyai manfaat untuk si pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang pun juga berbeda-beda.


Jadi berdasarkan penjelasan mengenai Sistem dan Informasi diatas maka konsep dasar dari sistem informasi tersebut ialah :

Pengertian  Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi di dalam suatu organisasi itu bisa dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi seluruh tingkatan di dalam organisasi tersebut kapan saja dibutukan atau diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengubah, mengambil, mengolah serta juga mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan memakai sistem informasi atau pun juga peralatan sistem lainnya.

Sistem Informasi Menurut Mc leod :

“ Sistem Informasi adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan di dalam mengumpulkan informasi dari semua sumber serta juga menggunakan berbagai media guna menampilkan informasi “

Sistem informasi tersebut bisa atau dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan hal kombinasi dari orang-orang, teknologi, fasilitas, media prosedur-prosedur serta juga pengendalian yang ditujukan guna mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen serta juga yang lainnya terhadap suatu kejadian-kejadian internal maupun eksternal yang penting serta menyediakan dasar informasi di dalam pengambilan keputusan.


Syarat Sistem Informasi

Informasi di dalam suatu lingkungan sistem informasi tersebut harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut:

  1. harus diketahui oleh penerima yakni sebagai referensi yang tepat;
  2. harus sesuai dengan kebutuhan yang terdapat di dalam proses pembuatan/pengambilan keputusan;
  3. harus memiliki nilai surprise, yakni hal yang sudah atau telah diketahui hendaknya jangan diberikan;
  4. harus dapat atau bisa menuntun pemakai di dalam membuat keputusan. Suatu keputusan itu tidak selalu menuntut adanya tindakan.

Sifat Sistem Informasi

Sistem informasi tersebut harus memiliki beberapa sifat seperti:

  1. Pemrosesan informasi yang efektif.
    Hal tersebut berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras serta juga perangkat lunak yang sesuai;
  2. Manajemen informasi yang efektif.
    Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan serta juga keutuhan data yang ada juga harus diperhatikan;
  3. Keluwesan.
    Sistem informasi hendaknya cukup luwes di dalam menangani suatu macam operasi;
  4. Kepuasan pemakai.
    Hal yang paling penting ialah pemakai mengetahui serta juga puas terhadap sistem informasi.

Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi ini memiliki 6 komponen atau disebut juga dengan sebutan blok bangunan (building block), yaitu:

  1. Komponen input atau komponen masukan;
  2. Komponen model;
  3. Komponen output atau komponen keluaran;
  4. Komponen teknologi;
  5. Komponen basis data;
  6. Komponen kontrol atau pun komponen pengendalian.

Keenam komponen tersebut harus ada bersama-sama serta juga membentuk satu kesatuan. Jika salah satu atau lebih komponen itu tidak ada, maka sistem informasi tersebut tidak akan bisa melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data serta tidak bisa mencapai tujuannya, menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu serta juga akurat. Komponen-komponen dari sistem informasi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut ini :

building-blok-sistem-informasi

Blok Masukan (Input Block)

Input sendiri merupakan data yang masuk ke dalam suatu sistem informasi.


Blok Model (Model Block)

Kombinasi prosedur, logika, serta juga model matemetik yang akan memanipulasi data input serta juga data yang tersimpan di basis data dengan cara yang telah ditentukan guna menghasilkan keluaran yang diinginkan.


Blok Keluaran (Output Block)

Keluaran ini adalah suatu informasi yang berkualitas serta dokumentasi yang berguna untuk seluruh tingkatan manajemen dan juga semua pemakai sistem.


Blok Teknologi (Technology Block)

Teknologi ini adalah kotak alat (tool box) di dalam sistem informasi. Teknologi ini dipakai untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan serta jgua mengakses data, menghasilkan dan juga mengirimkan keluaran serta juga membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh.


Blok Basis Data (Database Block)

Merupakan kumpulan dari data yang saling berkaitan dan berhubungan antara satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer serta juga digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.


Blok Kendali (Control Block)

Beberapa pengendalian yang dirancang dengan secara khusus untuk mampu menanggulangi gangguan-gangguan terhadap sistem


Jenis Sistem Informasi

Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda tergantung pada kebutuhan bisnis.

Transaction Processing System (TPS) ini memiliki fungsi pada level organisasi; Office Automation System (OAS) serta juga pendukung Knowledge Work System (KWS) yang bekerja dilevel knowledge. Sistem-sistem pada level yang lebih tinggi sendiri meliputi Sistem Informasi Manajemen (SIM), serta juga Decision Support System(DSS). Sistem ahli di dalam menerapkan keahlian pembatasan keputusan guna menyelesaikan permasalahan-permasalahan khusus serta terstruktur. Pada level manajemen strategis kemudian kita menemukan Executive Support System (ESS), Group Decision Support System (GDSS), serta yang lebih umum dijelaskan yakni sebagai Computer Supported Collaboration Work Systems (CSCWS) yang membantu para pembuat keputusan untuk beranekaragaman organisasi tak terstruktur atau pun juga semi terstruktur.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Konsep Dasar Sistem Informasi, Komponen, Fungsi, Sifat dan Jenis, kami berharap apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Baca Juga  √ Siklus Hidup Pengembangan Sistem Informasi
Baca Juga  √ Pengertian Lingkungan Hidup
Baca Juga  √ Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *